DAERAH

Objek Wisata di Banda Aceh Mulai Dibuka Kembali

Wisatawan mengunjungi objek wisata Situs Tsunami Kapal PLTD Apung, di Desa Punge Blang Cut, Banda Aceh, Aceh.
Wisatawan mengunjungi objek wisata Situs Tsunami Kapal PLTD Apung, di Desa Punge Blang Cut, Banda Aceh, Aceh.

BANDA ACEH— Pemerintah Kota Banda Aceh, kembali membuka sejumlah objek wisata setelah keluar dari zona merah dan beralih ke zona orange, serta berada pada status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3.

"Iya sudah buka kembali beberapa objek wisata, ini karena Banda Aceh sudah berstatus zona orange dan PPKM level 3," kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Banda Aceh, Iskandar, Senin (27/9).

Sebelumnya, sejak saat Banda Aceh ditetapkan sebagai daerah dengan risiko tinggi penularan COVID-19, dan PPKM level 4 seluruh tempat wisata ditutup. Bahkan akses jalan menuju lokasi wisata pantai Ulee Lheue juga ditutup total.

Iskandar mengatakan, meskipun sejumlah tempat wisata sudah kembali dibuka, namun tidak bebas seperti biasanya, melainkan dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat.

Para wisatawan, kata Iskandar, diwajibkan disiplin Prokes dengan selalu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan saat mengunjungi lokasi wisata. Para pengelola diminta untuk mengawasi para pengunjung yang datang agar benar-benar mematuhi Prokes, dan jangan sampai melebihi dari batasan 50 persen.


Tak hanya itu, lanjut Iskandar, pelaku usaha UMKM di lokasi wisata juga diimbau untuk menerapkan Prokes dalam melaksanakan aktivitas jual-beli, jika tidak melayani mereka yang abai Prokes.

"Diharapkan semua ketentuan Prokes ini dijalankan dengan baik, dan tidak melayani para pengunjung yang tidak mematuhi Prokes," ujarnya.

Iskandar menyampaikan, Pemerintah Banda Aceh terus melakukan berbagai upaya dalam memutuskan mata rantai penyebaran COVID-19 di ibu kota provinsi Aceh ini, salah satunya peningkatan vaksinasi.

"Dalam beberapa waktu ini angka COVID-19 Banda Aceh sudah turun, dan upaya vaksinasi masyarakat sendiri sudah melebihi 60 persen," tutup Iskandar. (*)

Editor: Desi Wulandari