POLHUKAM

Golkar Kian Mekar, Gerindra-PDIP Terus Merosot

Ilustrasi. (Net)
Ilustrasi. (Net)

JAKARTA - Dua partai politik teratas pada Pemilu 2019, PDI Perjuangan dan Gerindra, mulai mengalami penurunan elektabilitas dalam beberapa bulan terakhir tahun ini.

Dalam hasil survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terkait keterpilihan partai politik, PDI Perjuangan tercatat masih mendominasi di antara partai lainnya. Dalam temuannya, PDIP memperoleh elektabilitas sebesar 22,1 persen. Di urutan kedua merangkak naik ada Golkar dengan 11,3 persen. Urutan ketiga ada PKB dengan 10,0 persen. Keempat Gerindra 9,9 persen dan Demokrat 8,6 persen.

SMRC juga melihat tren elektabilitas dari beberapa periode survei yang telah dilakukan. Meskipun PDIP tertinggi, tapi tren keterpilihannya terus turun. Oktober 2020 masih di 27,4 persen, lalu merosot jadi 24,9 persen pada Maret 2021. Kemudian, sempat naik sedikit pada Mei dengan 25,9 persen, lalu merosot lagi pada September menjadi 22,1 persen. Tren Gerindra juga terlihat anjlok. Pada Maret 2020 elektabilitas berada di 13,6 persen. Kemudian merosot pada Oktober 2020 menjadi 7,7 persen. Merangkak naik jadi 11,6 pada Maret 2021, turun lagi menjadi 10,7 pada Mei 2021. Kini berada di 9,9 persen.

"Dalam dua tahun terakhir pasca pemilu 2019, pilihan rakyat pada PDIP cenderung menurun, meskipun tetap paling atas. Demikian juga pilihan rakyat pada Gerindra. Sementara Golkar cenderung menguat," kata Direktur Riset SMRC, Deni Irvani, Kamis (7/10/2021).

SMRC melihat tren kenaikan yang kuat terjadi pada PKB, PKS dan Demokrat. Pada Maret 2021, PKB berada di posisi elektabilitas 7,5 persen, lalu naik menjadi 9,7 persen pada Mei. Kini menjadi 10,0 persen. Sementara Demokrat, Maret ada pada 7,7 persen. Turun menjadi 6,6 persen pada Mei 2021. Lalu, kini naik tinggi menjadi 8,6 persen. Begitu juga dengan PKS, Maret 5,2 persen, lalu Mei menjadi 4,6 persen. Kini naik drastis menjadi 6,0 persen.


Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Nurul Arifin, menyatakan, Golkar kian optimistis menghadapi Pilpres 2024. Masih ada waktu untuk terus meningkatkan elektabilitas partai maupun popularitas Airlangga Hartarto, yang sudah diputuskan menjadi calon tunggal dari partai beringin sebagai capres 2024. Mulai awal 2022, Partai Golkar akan memaksimalkan perjuangan untuk menaikkan elektabilitas dan popularitas partai dan Airlangga Hartarto di seluruh pelosok Tanah Air.

"Saat ini baru sosialisasi kerja-kerja beliau, selain itu billboard dan media luar ruang lainnya. Mulai awal tahun depan akan lebih dioptimalkan, mesin partai di pusat, provinsi dan daerah-daerah akan lebih bekerja maksimal," kata Nurul, kemarin.

"Temuan-temuan SMRC tentunya sangat berguna untuk evaluasi kami, hasil survei ini akan menjadi pemicu kami untuk konsisten bekerja," sambungnya.

Meski begitu, Nurul menyatakan, akan lebih baik jika SMRC bisa memberikan indikator-indikator apa yang membuat elektabilitas partai naik. 

"Namun, satu hal yang pasti, kami tetap optimistis. Soliditas partai terbangun sangat kuat di tengah terpaan berbagai kasus," ucap Waketum Partai Golkar ini. 

Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, bersyukur tren elektabilitas partainya dari hasil survei SMRC terus mengalami peningkatan. Dia optimistis, PKB bisa meraih posisi minimal dua besar pada Pemilu 2024 mendatang menyalip Gerindra dan Golkar.

"Ini PKB konsisten naik, artinya sesuai dengan apa yang selama ini PKB harapkan dan kerjakan. Seperti bahasanya Pak Muhaimin Iskandar, ketua umum kami, PKB harus mampu menyalip Gerindra dan Golkar. Kalau Gerindra saat ini sudah kesalip, ini Insya Allah Golkar sebentar lagi," ujarnya.

Jazilul menyebut, untuk mencapai hasil maksimal pada Pemilu 2024, PKB terus melakukan berbagai kegiatan untuk meraih kemenangan. Mulai dari pencalegan dini dan pemetaan daerah pemilihan.

"Semua kita jalan sekarang. Jadi bagi teman-teman, siapa saja silakan mendaftar jadi caleg PKB. Ini kami lakukan secara terbuka, nanti akan kami lakukan fit and proper test sekaligus talent scouting," tuturnya.

Menurutnya, temuan terbaru SMRC yang menempatkan PKB di posisi tiga besar dan tren elektabilitasnya terus menanjak, membuatnya semakin optimistis dan bergairah untuk menyongsong Pemilu 2024.

"Tentu informasi yang disampaikan SMRC ini membuat kami lebih bergairah untuk membuat rencana-rencana pemenangan. Mudah-mudahan nanti kalau dilakukan survei di tiga bulan ke depan, PKB sudah lebih baik posisinya," urainya.

Sementara, Politikus PDIP, Andreas Hugo Pareira, menyatakan, meski elektabilitas partainya menurun, namun masih berada jauh di atas Partai Golkar.

"Meskipun kali ini dari survei PDIP turun, tapi masih berada pada posisi teratas, dan distansinya dengan Partai Golkar yang nomor kedua masih cukup jauh, setengahnya. Sehingga, masih cukup jauh," kata Andreas dalam acara diskusi yang digelar secara daring, kemarin. 

Dia meyakini, partainya akan menjadi partai yang paling menentukan untuk pencalonan di Pemilu 2024. Menurutnya, hal itu dapat dilihat dari jumlah kadernya yang menduduki jabatan kepala negara. 

"Karena juga hal lain yang harus kita lihat, bahwa presiden inkumben sekarang adalah kader PDIP yang juga pasti akan ikut menentukan, baik dari segi tingkat keberhasilan menghadapi situasi sekarang yang kita hadapi, pandemi ini, dan juga menuju pada pemilu 2024" ungkapnya. 

Andreas menyebut, faktor Presiden Jokowi yang merupakan kader PDIP akan menentukan calon presiden yang akan datang. 

"Terutama dari performance politik yang ditampilkan selama proses ini, selama pemerintahan sekarang ini," ucapnya.

Artikel ini sudah ditayangkan di Koran Info Indonesia.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo