POLHUKAM

Kasus Rudapaksa di Luwu Timur Harus Utamakan Perlindungan Korban

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. (ANTARA)
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. (ANTARA)

INFO INDONESIA, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat menyoroti kasus rudapaksa bapak kepada tiga anak kandungnya di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Ia meminta aparat penegak hukum mengutamakan perlindungan terhadap korban.

"Berbagai tindak kekerasan seksual terhadap anak merupakan tindak kejahatan yang harus segera dihentikan, mengingat dampaknya yang bisa meluas hingga ke masa datang," kata Rerie dalam keterangan tertulis  dikutip pada Sabtu (9/10/2021).

Ia juga mendesak penegak hukum mengepankan fakta-fakta secara transparan, agar dihasilkan pengambilan keputusan yang adil dan tepat.

"Kasus kekerasan seksual terhadap anak memang cukup pelik karena biasanya melibatkan orang-orang dekat di sekitar korban," tuturnya.

Dengan adanya kasus ini, ia berharap pembahasan Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU-TPKS) segera tuntas demi mempertegas hak korban.


"Kehadiran Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual merupakan istrumen yang tidak kalah penting agar negara berperan aktif dalam melindungi hak-hak para korban kekerasan seksual, lewat kepastian hukum," ungkapnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA), per Jumat (23/7/2021) terdapat 5.463 kasus kekerasan terhadap anak. Dari total kasus kekerasan pada perempuan dan anak, sebanyak 5.198 kasus terjadi di lingkup rumah tangga.


Video Terkait:
3 Periode, 'Kun Fayakun'
Editor: Khoirur Rozi