DAERAH

Wali Kota Kendari Terima Penghargaan Kota Layak Anak 2021

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir menerima piala penghargaan Kota Layak Anak setelah sebelumnya Kota Kendari berhasil meraih penghargaan kategori Nindya tahun 2021 di Jakarta.
Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir menerima piala penghargaan Kota Layak Anak setelah sebelumnya Kota Kendari berhasil meraih penghargaan kategori Nindya tahun 2021 di Jakarta.

KENDARI – Wali Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sulkarnain Kadir didampingi Plt Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ratna Dewi, menerima penghargaan sebagai Kota Layak Anak kategori Nindya.

"Alhamdulillah, hari ini kita bisa wujudkan Kota Kendari sebagai kota layak anak dengan kategori Nindya," kata wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir, usai menerima piala Kota Layak Anak di Jakarta, Selasa (12/10).

Ia mengatakan, apa yang diraih tersebut adalah tantangan yang harus dipertahankan atau ditingkatkan lagi levelnya.

"Tentu ke depan kita jangan puas apa yang dicapai hari ini, karena yang paling penting adalah bagaimana anak-anak kita, khususnya di Kota Kendari bisa merasakan bahwa kota ini layak buat mereka,” katanya.

Sulkarnain, mengaku penghargaan yang dicapai tersebut merupakan buah dari kerja sama, kerja keras, kerja ikhlas serta kekompakan seluruh elemen terkait dalam mewujudkan Kendari sebagai kota layak anak.


"Walau kita harus mengakui bersama, bahwa masih ada kekurangan yang harus dibenahi untuk menciptakan Kota Kendari sebagai kota layak anak. Ini menjadi tantangan kita ke depan," katanya.

Dalam mencapai predikat Nindya, Pemkot Kendari telah melewati empat tahapan, yaitu penilaian mandiri, verifikasi administrasi, verifikasi lapangan hybrid, dan verifikasi final.

Wali kota juga mengingatkan, seluruh masyarakat Kota Kendari agar tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) penanganan COVID-19 dalam aktivitas sehari-hari.

"Kita jangan lengah dengan kondisi kasus COVID-19 di Kendari yang sudah melandai. Kita harus tetap waspada dan menjaga prokes dalam kegiatan sehari hari," pungkasnya. (*)

Editor: Desi Wulandari