OPINI

Apakah Golkar Jawa Barat Akan Dikosgorokan?

Ilustrasi. (Net)
Ilustrasi. (Net)

MUNCUL keresahan di tubuh Golkar Jawa Barat dari sejumlah kalangan. Keresahan itu diantaranya adalah, lamanya Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Jawa Barat, yang dijabat oleh Ace Hasan Syazily, yang menjabat dari April dan diperpanjang lagi sampai saat ini.

"Hitung-hitung sih, sudah tujuh bulan sebagai Plt," kata bebarapa pengurus Golkar Jawa Barat yang enggan ditulis namanya. Masa iya sih? Plt, kok tujuh bulan? Padahal Plt ketua itu paling lama tiga bulan.

Dari 27 DPC Golkar di Jawa Barat, tersebar info. 21 kepengurusan DPC tidak menyukai Ace Hasan Syazily, putra Banten itu sebagai Plt.

"Apakah kami di Jawa Barat, Sunda ini, sudah nggak ada lagi, atau nggak dianggap lagi untuk pimpin Golkar di DPD Jawa Barat?" kata, beberapa tokoh yang lain saat ada obrolan ringan. Harus "impor" orang luar Jabar dan berlama-lama lagi sebagai Plt?

Selain itu, kepengurusan Golkar di Jawa Barat, saat ini didominasi dari unsur Kosgoro. Padahal ada unsur lain, MKGR dan Soksu juga, tapi tak dilibatkan dalam kepengurusan Golkar. Sehingga muncul keresahan lain. "Apakah, Golkar di Jawa Barat mau dikosgorokan".


Keresahan yang lainnya adalah nama Ketua Umum Golkar yang heboh, dan ramai belakangan ini bersama Menko Maratim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan yang juga orang Golkar disebut-sebut dan diberitakan luas. Karena namanya tercantum di Pandora Papers bersama tokoh-tokoh dunia lainnya. Yang dianggap menghindari pajak di perusahan cangkang, di negara
suaka pajak. Di sini, peran Ketua Umum Golkar tentunya sangat besar untuk benahi Golkar di Jawa Barat.

Jangan sampai karena rangkap jabatan sebagai Menko Perekonomian dan sibuk urus COVID-19, dan sibuk menangkis Pandora Papers, sehingga Golkar Jawa Barat terabaikan. Tentunya sangat disayangkan, akibat rangkap jabatan seperti itu. Juga, tertangkap dan ditahannya Wakil Ketua DPR dan Wakil Ketua Golkar, Azis Syamsuddin oleh tentunya pukulan cukup keras buat Golkar pada umum nya, khususnya di Jawa Barat.

Penangkapan dan penahanan Alex Noerdin, mantan Gubernur Sumatera Selatan, beberapa waktu lalu oleh Kejaksaan Agung RI, dalam kasus Dana Masjid juga, jadi pukulan dan konsolidasi Golkar saat ini dan kedepannya. Tentunya semua hal itu, pastinya menggoyah kan Golkar di Jawa Barat dalam rangka konsolidasi dan persiapan menghadapi Pileg dan Pilpres 2024. Apalagi dalam survei, dirilis posisi Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto berada di urutan 25. Dari sisi popularitas tentunya sangat tidak nyaman. Padahal baliho Pak Airlangga, bertebaran di berbagai sudut-sudut kota.

Terakhir. Jangan sampai monopoli orang-orang Kosgoro di kepemimpinan Golkar di Jawa Barat dianggap sebagai "jeruk makan jeruk". Tulisan ini, sekadar refleksi saja untuk Golkar di Jawa Barat, dan Golkar di pusat. Barangkali untuk renungan saja dari pengamatan yang sederhana ini.

Muslim Arbi
(Pengamat dan Analis Politik)

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo