DAERAH

Tambah Tunjangan Kelangkaan Bagi Tenaga Dokter di Gorontalo Utara

Kepala Dinas Kesehatan Gorontalo Utara, Rizal Yusuf Kune.
Kepala Dinas Kesehatan Gorontalo Utara, Rizal Yusuf Kune.

GORONTALO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, akan menambah nilai tunjangan "kelangkaan" bagi tenaga dokter, yang bertugas, karena profesi itu dinilai langka di daerah itu.

"Untuk tenaga dokter spesialis sekitar Rp35 juta hingga Rp40 juta per bulan, dan dokter umum Rp7,5 juta per bulan," kata Kepala Dinas Kesehatan Gorontalo Utara, Rizal Yusuf Kune, di Gorontalo, Minggu (17/10).

Menurutnya, profesi dokter tergolong langka di kabupaten tersebut. Hingga saat ini, Pemkab sangat kesulitan memenuhi ketersediaan tenaga dokter di seluruh fasilitas kesehatan yang disiapkan, baik puskesmas maupun rumah sakit.

Olehnya, Pemkab kata Rizal, akan menjamin kesejahteraan dokter dengan menambah nilai tunjangan kelangkaan.

Rencana tersebut kata dia, telah diajukan dalam rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2022.


Seperti halnya tunjangan bagi tenaga dokter umum melalui program Nusantara Sehat, yang ditugaskan di Puskesmas Limbato, Kecamatan Tolinggula.

Tenaga dokter, mendapatkan tunjangan sebesar Rp14 juta per bulan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

"Kita akan menerapkannya serupa, sebagai apresiasi bagi tenaga dokter yang mau bertugas di daerah ini, baik berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Tidak Tetap (PTT)," katanya.

Hingga saat ini katanya, jumlah tenaga dokter tersebar di 15 Puskesmas, hanya berjumlah 18 orang.

Sedangkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Zainal Umar Sidiki, hanya sebanyak 12 orang dokter.

Jumlah tersebut tergolong sangat sedikit, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang mencapai 126 ribu jiwa, tersebar di 123 desa di 11 kecamatan.

Idealnya, setiap puskesmas rawat inap memiliki minimal 2 orang dokter. Ada 5 puskesmas rawat inap di daerah itu.

Sedangkan di puskesmas rawat jalan, minimal memiliki 1 orang dokter. Namun ada puskesmas yang tidak memiliki dokter, seperti di Puskesmas Limbato.

Setiap tahun, Pemkab mengajukan permintaan tenaga dokter ke pihak Kementerian Kesehatan. Bahkan permintaan itu dilakukan secara periodik.

"Alhamdulillah tahun ini melalui program Nusantara Sehat, kita mendapatkan alokasi 1 orang dokter umum, 1 orang dokter gigi dan 1 orang analis, juga 1 orang apoteker. Meski jumlah itu sangat minim, namun kita mensyukurinya," imbuhnya. (*)

Editor: Desi Wulandari