POLHUKAM

Wapres Ajak Ormas Jaga Umat dari Bahaya Provokasi dan Hoaks

Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin / Net
Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin / Net


JAKARTA - Seluruh organisasi kemasyarakatan keagamaan harus menjaga umat dari bahaya provokasi dan hoaks, di tengah perkembangan informasi di masyarakat.

Demikian pesan yang disampaikan Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin dalam acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. 1443 Hijriah, melalui konferensi video, yang terpantau redaksi, Rabu (20/10/2021).

"Kita harus menjaga umat daripada terprovokasi, banjir informasi dan tidak bisa dideteksi secara pasti mana yang fakta dan mana yang opini kabur, samar," kata Wapres.

Wapres mengatakan bahwa informasi yang samar akan kebenaran dan fakta dapat membahayakan persatuan umat sehingga Wapres menyebut masa tersebut sebagai zamanul istiba.

"Adanya kemajuan teknologi informasi yang luar biasa sehingga terjadi berbagai informasi antara yang benar dan yang keliru, antara hak yang batil itu menjadi tersamarkan. Saya menyebut sebagai zamanul istiba," kata Ma'ruf.


Dengan kebebasan informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya tersebut, penyebaran hoaks akan menjadi semakin berbahaya. "Ini orang menyebutnya post truth era, yaitu era kebenaran tersamarkan atau bahasa yang populer sekarang ialah berkeliarannya hoaks, berita bohong. Ini sangat berbahaya apabila kita tidak selektif dalam menerima itu," katanya.

Terlebih lagi dengan perkembangan teknologi informasi dan media sosial saat ini membuat informasi samar, hoaks, dan berita bohong dapat dengan mudah diterima masyarakat. Ini, kata dia, bisa memecah belah bangsa apabila kita tidak menjaga umat dari informasi-informasi itu.

"Ini bukan hal mudah karena memang ini dibangun sedemikian rupa melalui media apa pun yang dijadikan alat untuk menyampaikan informasi yang tidak seluruhnya benar itu," katanya.

Oleh karena itu, Wapres berharap seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan penyebaran hoaks, berita bohong, dan informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya itu. [***]

Editor: Saeful Anwar