POLHUKAM

Kinerja Jokowi-Maruf ke Depan Diyakini Positif

Presiden dan Wapres RI, Joko Widodo-Maruf Amin. (Net)
Presiden dan Wapres RI, Joko Widodo-Maruf Amin. (Net)

JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Andalas, Asrinaldi, menilai bahwa gerak kinerja Presiden dan Wapres RI, Joko Widodo-Maruf Amin, ke depan tampak akan mengarah secara positif.

Hal itu berdasarkan pengamatannya terkait dua tahun masa pemerintahan Jokowi-Maruf Amin dengan melihat adanya upaya perbaikan dari pemerintah di bidang perekonomian Indonesia yang sempat menurun akibat pandemi COVID-19, dan hasilnya pun terbukti membaik.

"Kalau ini bisa dipertahankan oleh Pak Jokowi dan Pak Maruf Amin, terutama dalam pengendalian COVID-19 sebagai kuncinya, kinerja di sektor pemulihan perekonomian akan meningkat dan secara keseluruhan sektor lain ikut membaik," jelas Asrinaldi, dilansir Antara, Rabu (20/10/2021).

Menurutnya, ketika sektor perekonomian Indonesia semakin meningkat, hal itu akan berdampak besar bagi kesejahteraan masyarakat, seperti penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran. Semua dampak baik itu akan berimplikasi pula pada keamanan dan persatuan Indonesia. Meskipun begitu, ia menilai akan ada sejumlah tantangan bagi pemerintahan Jokowi dan Maruf Amin.

"Tantangan-tantangan kedepannya itu barangkali akan muncul friksi (pergeseran yang menimbulkan perbedaan pendapat atau perpecahan) atau kontestasi di kabinet," beber Asrinaldi.


Ia mengatakan, kemungkinan munculnya tantangan secara internal seperti itu disebabkan Pemilu 2024 yang semakin dekat. Ia mengamati fokus partai politik dan koalisi partai di pemerintahan terhadap capaian kerja dimungkinkan berkurang.

Sementara, secara eksternal, Asrinaldi memperkirakan tantangan bagi pemerintah ada pada jalinan kerja sama dengan negara-negara di dunia.

"Kita tahu di Asia Tenggara ada krisis di Laut China Selatan, Myanmar dan perang dagang di Eropa. Ini juga bagian dari tantangan," ujarnya.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, menurut Asrinaldi yang juga dosen Program Studi Ilmu Politik Universitas Andalas, diperlukan diplomasi yang baik dari pemerintahan Jokowi-Maruf.

Asrinaldi berharap, kedepannya pemerintah dapat menjadikan peningkatan perekonomian dan perbaikan profesionalisme birokrasi di Indonesia sebagai prioritas utama. Selain juga pemerintahan Jokowi-Maruf menjadikan ekonomi sebagai dasar utama yang harus diperhatikan dan terus diperbaiki. 

"Hal itu dapat dicapai apabila pemerintah terus mempertahankan pengendalian pandemi COVID-19 secara baik demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelasnya. 

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo