POLHUKAM

Dua Tahun Jokowi-Maruf, Dicintai Rakyat Dipuji Dunia

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin. (Net)
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin. (Net)

JAKARTA - Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin, genap berusia dua tahun. 

Di masa kepemimpinan keduanya, Indonesia mengalami masa paling berat. Pandemi COVID-19 yang melumpuhkan sendi kehidupan bangsa, mulai dari kesehatan, ekonomi, hingga pendidikan.

Dari survei terbaru yang dirilis Center for Political Communication Studies (CPCS), sebanyak 61,7 persen dari total 1.200 responden yang tersebar di 34 provinsi, mengaku puas terhadap kinerja Pemerintahan Jokowi-Maruf. Temuan itu, menurut Direktur CPCS Tri Okta, menunjukkan dukungan publik terhadap pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Maruf Amin.

"Bersama dengan berangsur pulihnya pandemi COVID-19 di Tanah Air, tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi cukup tinggi mencapai 61,7 persen," kata Tri Okta sebagaimana dikutip dari siaran tertulisnya, Rabu (20/10/2021).

Ia menyebutkan sekitar 33,5 persen responden mengaku tidak puas terhadap kinerja pemerintah. Sementara 4,8 persen menjawab tidak tahu atau memilih tidak menjawab pertanyaan. Tri Okta berpendapat tingginya angka kepuasan itu, disebabkan salah satunya oleh kinerja pemerintah menanggulangi pandemi. Pascagelombang kedua yang puncaknya berlangsung pada Juli 2021, kasus aktif COVID-19 mulai turun. Ia menerangkan, situasi itu kemudian mulai membaik ditandai dengan turunnya level pembatasan di berbagai kota dan kabupaten, termasuk DKI Jakarta. 


"Pemerintah harus mempertahankan momentum pemulihan pandemi ini untuk memperbaiki ekonomi dengan tidak mengurangi kesiagaan atas prediksi bakal munculnya gelombang ketiga pada akhir tahun," papar Tri Okta.

Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah konsisten mengejar target vaksinasi dua juta dosis per hari dan tetap menjaga penerapan protokol kesehatan oleh masyarakat. Di samping itu, Direktur CPCS meminta pemerintah memperhatikan berbagai keberatan dan kritik warga terhadap kebijakan. Alasannya, keterbukaan terhadap kritik merupakan salah satu cara untuk memperbaiki kinerja.

Manajer Program Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saidiman Ahmad, mengatakan, bahwa beberapa pengamat dari luar negeri mengapresiasi pencapaian Presiden Joko Widodo di sektor ekonomi. Seperti keterbukaan ekonomi dan pembangunan infrastruktur. Saidiman merujuk pada pernyataan seorang profesor dari National University of Singapore, Kishore Mahbubani, di sebuah artikel, yang menyebutkan bahwa Presiden Jokowi merupakan pemimpin jenius, karena cukup berhasil menurunkan ketimpangan sosial melalui berbagai program pro-rakyat.

"Mahbubani juga mengatakan bahwa reformasi ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi cukup berhasil," ujar Saidiman, dalam Webinar Moya Institute berjudul "Dua Tahun Jokowi-Ma’ruf Amin: Capaian, Harapan dan Tantangan" yang digelar Senin (18/10/2021).

Adapun indikator-indikator keberhasilan dari reformasi ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, adalah terbitnya Undang-Undang Cipta Kerja, serta pembangunan infrastruktur yang masif di berbagai daerah.

Sementara itu, Direktur Pasca Sarjana Universitas Sahid Marlinda Irwanti menyoroti pencapaian target Pemerintah Presiden Jokowi terkait tujuan kelima dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDG), yakni kesetaraan gender. Di periode kedua ini, telah muncul beberapa kebijakan positif, baik secara langsung maupun tidak langsung, pada penanganan atau pencegahan kasus kekerasan terhadap perempuan.

Contoh kebijakan itu, ujar Marlinda, adalah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 65 tahun 2020 tentang Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

"Perpres ini meneguhkan kewenangan Kementerian PPPA untuk menyelenggarakan koordinasi pelayanan terpadu di tingkat daerah, dan menjadi rujukan akhir koordinasi di tingkat nasional untuk penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan," ujar Marlinda.

Artikel selengkapnya bisa dibaca di Koran Info Indonesia.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo