DAERAH

Jokowi Naik Rantis Jajal Jembatan Sei Alalak

Presiden menaiki rantis milik Paspampres untuk menjajal Jembatan Sei Alalak. (Biro Pers Setpres)
Presiden menaiki rantis milik Paspampres untuk menjajal Jembatan Sei Alalak. (Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Presiden RI, Joko Widodo, menaiki kendaraaan taktis (rantis) P6 ATAV V1 milik Paspampres untuk menjajal Jembatan Sei Alalak di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang baru saja diresmikan.

Presiden menaiki rantis bersama Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, dan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, yang duduk di kursi baris kedua.

Berdasarkan keterangan resmi Biro Pers Sekretariat Presiden, sebelum menjajal Jembatan Sei Alalak yang disebut mampu bertahan hingga 100 tahun, Presiden menumpang rantis tersebut saat berangkat dari lokasi vaksinasi COVID-19 di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh ke lokasi jembatan.

Dari RSUD ke Jembatan Sei Alalak, Presiden menaiki rantis bersama Menteri BUMN, Erick Thohir, dan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno. Namun saat menjajal jembatan, Presiden menaiki rantis bersama Gubernur Kalsel dan Wali Kota Banjarmasin. Selepas itu, Presiden dan rombongan menuju ke Pangkalan TNI AU Syamsudin Noor, Kota Banjarbaru, untuk kemudian lepas landas kembali ke Jakarta.

Momen Presiden menaiki rantis bukan kali pertama terjadi. Pada saat kunjungan kerja ke Tarakan 19 Oktober 2021, Presiden juga menaiki rantis serang P6 ATAV V1 untuk menyapa masyarakat Kota Tarakan, Kalimantan Utara.


Menurut Komandan Paspampres, Mayjen TNI Tri Budi Utomo, Presiden ingin memperkenalkan kendaraan serang taktis yang diproduksi di dalam negeri.

"Kita tahu bahwa Presiden ingin selalu memperkenalkan produk lokal, mulai dari minuman, makanan, sepatu, jaket hingga motor custom. Kali ini Presiden memperkenalkan kendaraan serang taktis hasil rakitan dalam negeri, kecuali mesin ya," jelasnya saat itu.

Adapun, Jembatan Sei Alalak merupakan infrastruktur strategis yang menjadi jalur utama akses Kota Banjarmasin dengan berbagai wilayah di Kalsel dan Kalimantan Tengah. Jembatan yang dibangun dengan biaya Rp278 miliar ini juga diharapkan dapat mengatasi kemacetan lalu lintas setelah jalan lingkar selatan rusak dan hancur karena banjir di awal 2021.

Jembatan Sei Alalak memiliki panjang 850 meter dengan lebar 20 meter. Jembatan dengan jenis cable stayed tersebut juga dibangun menggunakan teknologi tinggi.

"Dibangun dengan teknologi tinggi dan tahan gempa. Diperkirakan mampu bertahan, Insya Allah sampai 100 tahun," kata Presiden saat meresmikan Jembatan Sei Alalak, Kamis (21/10/2021).


Video Terkait:
Inilah Sinyal Jokowi Tiga Periode
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo