EKONOMI

Dua Tahun Jokowi-Maruf, Sektor Ekonomi Cenderung Pulih

Anggota Komisi XI DPR Fraksi Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun. (Info Indonesia/Yusrizal)
Anggota Komisi XI DPR Fraksi Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun. (Info Indonesia/Yusrizal)

JAKARTA - Upaya pemerintah dalam menekan laju penyebaran COVID-19 terus diiringi dengan perbaikan pada sektor ekonomi nasional. Terlihat dari turunnya kasus aktif di Indonesia menjadi 16.697 per 19 Oktober 2021 dan berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 7,07 persen (year on year) pada 2021.

"Di saat yang sama, tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Indonesia telah mencapai 96,2 persen, lebih tinggi dibandingkan tingkat kesembuhan global yang sebesar 90,6 persen. Adapun, angka positivity rate Indonesia berada di bawah 0,5 persen dengan reproduction rate di bawah satu persen," jelas politisi Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun, dalam konferensi pers bertajuk 2 Tahun Kinerja Pemerintahan Presiden Jokowi-Maruf di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Jumat (22/10/2021).

Menurutnya, selain melalui strategi pembatasan mobilitas masyarakat, akselerasi vaksinasi juga menjadi kunci dalam menekan laju penyebaran COVID-19. Total dosis vaksin yang telah disuntikkan mencapai 174 juta per 19 Oktober 2021, sehingga menjadikan Indonesia berada di posisi kelima di dunia. 

Misbakhun menyampaikan, hal tersebut tidak lain juga merupakan langkah pemerintah untuk memulihkan kepercayaan masyarakat dalam melakukan aktivitas ekonomi.

"Syarat mutlak agar ekonomi Indonesia dapat pulih yakni penguatan dalam penanganan pandemi COVID-19 agar tidak terjadi gelombang ketiga," katanya.


Untuk itu, ia berharap 80 persen masyarakat sudah melakukan vaksinasi pada akhir tahun ini, dan dosis kedua bisa diselesaikan pada kuartal pertama tahun 2022.

"Untuk pemulihan ekonomi tetap dilanjutkan pada tahun depan, terutama untuk sektor kesehatan dan perlindungan sosial," tutup Misbakhun yang juga Anggota Komisi XI DPR RI.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo