POLHUKAM

Bahaya, Pinjol Bisa Lakukan Pencurian Data

Peringatan bahya Pinjaman Online Ilegal / OJK Indonesia
Peringatan bahya Pinjaman Online Ilegal / OJK Indonesia

JAKARTA - Pinjaman online atau yang lebih populer disebut Pinjol oleh masyarakat Indonesia, ternyata bukan hanya meresahkan dari cara penagihan yang dilakukan oleh para penagih pinjol.

Pinjol ternyata juga bisa melakukan pencurian data pribadi milik siapapun. Hal itu disebabkan lantaran pemegang ponsel cerdas atau smartphone tidak hati-hati.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tawaran pinjol melalui SMS berasal dari perusahaan atau lembaga ilegal. Pengiriman SMS tidak cuma sekali, melainkan berulang kali masuk ke telepon selular seseorang. Isi SMS umumnya disertai tautan atau link tertentu.

Disampaikan OJK, melalui tautan (link) itu, pelaku dapat mencuri data rahasia seseorang; seperti kata kunci (password), nama pengguna (user name), serta info pribadi lainnya. Sungguh bahaya bukan!

Oleh sebab itu, OJK mengingatkan agar siapapun tidak membuka tautan tersebut. "Tautan tersebut bisa digunakan oleh pinjol ilegal untuk mencuri data penting dari ponselmu," tulis OJK melalui akun Instagram resminya, @ojkindonesia, yang terpantau redaksi INFO INDONESIA, Minggu (24/10/2021).


OJK menandai penawaran layanan pinjol lewat SMS pasti ilegal karena yang terdaftar dan berizin tidak diperbolehkan menawarkan jasa mereka melalui saluran komunikasi pribadi, semisal SMS tanpa persetujuan konsumen.

"Menerima SMS Penawaran Pinjol? Pasti Ilegal! Awas Pencurian Data, Jangan Asal Klik Tautan. Sobat OJK, pernah menerima SMS tawaran pinjaman online? Pasti ilegal. Awas pencurian data, jangan asal klik tautan ya," tulis OJK di akun Twitter miliknya. [***]


Video Terkait:
Kata Mahfud MD Jangan Bayar Utang Pinjol
Editor: Saeful Anwar