DAERAH

Buruh Tantang Kepala Daerah Berani Berlakukan UMSK

Buruh dan pekerja menggelar unjuk rasa di depan Balai Kota Jakarta, Selasa (26/10/2021). (Moehamad Dheny)
Buruh dan pekerja menggelar unjuk rasa di depan Balai Kota Jakarta, Selasa (26/10/2021). (Moehamad Dheny)

JAKARTA - Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) DKI Jakarta membawa empat tuntutan dalam unjuk rasa yang digelar di depan Balai Kota Jakarta, Selasa siang (26/10/2021).

Divisi Aksi DPW FSPMI DKI Jakarta, Mubarok, mengatakan, buruh dan pekerja menuntut kenaikan gaji sebesar maksimal 10 persen. Angka yang dianggap cocok untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

"Kenaikan gaji sepuluh persen ini berdasarkan kajian yang kita lakukan. Bahwasanya angka itu ideal untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dengan menaikan UMP dan UMK mininal sepuluh persen," tuturnya.

Kedua, FSPMI mengecam kepala daerah yang tidak berani memberlakukan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK). Menurut Mubarok, gaji yang saat ini diperoleh pekerja tidaklah sesuai.

"Kami mengecam kepala daerah yang tidak berani bersikap memberlakukan UMSK tahun 2021. Bayangkan, bagaimana mungkin pabrik sekelas Toyota, AHM dan Suzuki upahnya sama dengan pabrik sandal jepit dan pabrik tahu," jelasnya.


Mubarok mengatakan, secara profit, pabrik tersebut masuk ke dalam kategori bonafit, sehingga FSPMI menuntut sisi keadilan bagi para buruh.

Ketiga, FSPMI menuntut pembatalan Undang-Undang Cipta Kerja dan meminta pemerintah hadir dalam tiga hal, yakni memberikan jaminan kepastian tentang upah, jaminan kepastian soal pekerjaan dan kepastian tentang jaminan sosial.

Menurut Mubarok, tiga prinsip tersebut banyak tidak dirasakan oleh buruh dan pekerja. Banyak pekerja terjerat sistem outsourcing dan memiliki upah yang tidak layak.

Keempat, menuntut agar Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara perusahaan dengan pekerja tetap diberlakukan tanpa ada unsur omnibus law.

"PKB itu jaring pengaman, tapi berdasarkan kesepakatan hari ini di-downgrade," kata Mubarok.

Unjuk rasa buruh dan pekerja dilakukan serentak di kantor pemerintah daerah. Di Jakarta, aksi diikuti sekitar 500 orang dari FSPMI juga beberapa federasi yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).


Video Terkait:
Situasi Terkini Demo Sumpah Pemuda, Orasi dari Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo