POLHUKAM

Polri Diyakini Tetap Profesional dan Tidak Berpolitik


JAKARTA - Polri kini tengah menjadi perhatian publik karena beberapa kejadian yang viral di masyarakat. Mulai dari aksi kekerasan, hingga melakukan tindak yang menyimpang, seperti meniduri anak seorang tersengka. Tentu saja hal tersebut menjadi preseden buruk bagi Kepolisian Republik Indonesia.

Namun, menurut Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), Edi Hasibuan, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri hingga saat ini masih cukup tinggi. Hal ini didukung dengan langkah Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang menindak tegas bawahannya, yang melakukan kesalahan ataupun tindak pidana.

"Tingkat 86 persen, 6 bulan pertama Pak Kapolri Sigit menjabat. Kalau sekarang cenderung turun dan bisa naik," kata Edi kepada INFO INDONESIA, Rabu (27/10/2021).

Sebelumnya, Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) pada 7 Mei 2021, merilis survei tingkap kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Survei terbaru menunjukkan kepuasan terhadap pelayanan Polri 84,2 persen

"Ini akan bergerak terus tidak stagnan," kata dia.


Menurut dia tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri menurun ketika Polri mendapatkan suatu masalah atau problem di dalam internal Polri. "Tergantung situasi berkembang seperti apa. Kalau Polri salah, tingkat kepercayaan menurun," katanya.

Edi menilai Polri akan bekerja profesional dan menjalankan tugasnya sebagai pengayom masyarakat. Dirinya memastikan bahwa Polri tidak terafiliasi oleh partai politik. "Polri sangat solid, yang pasti adalah Polri tidak boleh berpolitik. Nanti gubernurnya, walikotanya siapa itu bukan urusan Polri," kata Edi. [***]


Video Terkait:
Usai Viral, TNI dan Polri Adu Jotos Berakhir Damai
Editor: Saeful Anwar