POLHUKAM

Polisi Ringkus WN Tiongkok Dalang Pinjol

Kapolda Kalsel, Irjen Rikwanto, memberi keterangan tentang kasus pinjaman online yang melibatkan warga negara Tiongkok. (Antara)
Kapolda Kalsel, Irjen Rikwanto, memberi keterangan tentang kasus pinjaman online yang melibatkan warga negara Tiongkok. (Antara)


BANJARMASIN - Polres Kotabaru meringkus seorang warga negara Tiongkok berinisial SM yang mengendalikan penagihan pinjaman online yang dilakukan oleh PT Jasa Mudah Collectindo (JMC).

"Total ada tiga tersangka dalam kasus pinjol ini, satu WNA dan dua WNI berinisial KH dan DU seorang wanita," kata Kepala Polda Kalimantan Selatan, Irjen Rikwanto, di Banjarmasin, Rabu (27/10/2021).

Ia menjelaskan, PT JMC merupakan perusahaan jasa penagihan pinjaman online yang bekerja sama dengan sejumlah aplikasi kredit online, diantaranya Cashgo, Dana Mudah, Jiang Zian, Cash Pro, Jarikaya, Xintu, Ayo Pinjam, Ikan Nas, Kredit Kur, dan Duitku.

"Jadi nasabah atau debitur yang tidak melakukan pembayaran tepat waktu atau menunggak mendapatkan ancaman penyebaran data pribadi dan sebagainya," kata Rikwanto.

Kasus bermula hasil penyelidikan tim yang dipimpin Kepala Polres Kotabaru, AKBP M Gafur Siregar, dan Kepala Satuan Reskrim Polres Kotabaru, AKP Abdul Jalil, hingga polisi menggerebek kantor PT JMC, di Jalan Brigjen Hasan Basri, di Desa Semayap, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru.


Adapun, barang bukti disita 90 unit komputer yang dioperasikan 35 operator. Setiap operator menagih secara daring terhadap 400 debitur perhari.

"Jadi setelah dicek dokumennya, mereka tidak memiliki penunjukan resmi dari pemilik aplikasi pinjol dan tidak terdaftar di OJK," kata Rikwanto, yang didampingi Direktur Reskrimsus Polda Kalsel, Komjen Suhasto, dan Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes, Mochamad Rifa'i.
 
Para tersangka dijerat pasal berlapis yaitu UU Nomor 11/2008 Tentang ITE serta pasal 185 junto pasal 88A ayat 3 junto pasal 88E ayat 2 UU Nomor 11/2020 Tentang Cipta Kerja.

"Kasus ini masih kami dalami dan kembangkan untuk menelusuri aliran dananya karena diketahui korban sangat banyak yang berasal dari penjuru Indonesia," kata Siregar.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo