POLHUKAM

Ruhut Sebut PKN Tidak Mungkin Saingi PDIP

Politikus PDI Perjuangan, Ruhut Sitompul / Net
Politikus PDI Perjuangan, Ruhut Sitompul / Net


JAKARTA - Hadirnya Partai Kebangkitan Nasional (PKN) di kancah politik tanah air, tidak membuat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) getar. Bahkan, PKN yang dikomandoi Gede Pasek Suardika itu diyakini tidak akan mampu menyaingi PDIP yang diketuai Megawati Soekarnoputri.

"Kalau sama PDI Perjuangan nggaklah, kalau kita mah hanya bilang EGP, emang gue pikirin," kata politikus PDI Perjuangan, Ruhut Sitompul saat dihubungi INFO INDONESIA, Senin (01/11/2021).

Ruhut lantas menyinggung soal banyaknya elite Partai Demokrat yang dikabarkan bergabung di PKN. Terlebih, ada sosok Anas Urbaningrum yang merupakan mantan Ketua Umum Partai Demokrat.

"Yang pakai nama Demokrat ada dua, satu AHY satu Moeldoko, mereka gak pakai kan gitu," ujar Ruhut.

Disinggung soal bakal ikut bergabung dengan PKN atau kembali ke Demokrat dengan ikut kubu Moeldoko, Ruhut menegaskan jika PDI Perjuangan adalah partai politik pilihannya yang terakhir.


"Aku sudah bilang berkali-kali, PDIP partaiku yang terakhir sekali, pakai sekali. Dulu waktu Demokrat partaiku yang terakhir, sekarang kalau PDIP partaiku yang terakhir sekali," kata Ruhut.

Bekas anggota DPR RI itu pun memuji kepemimpinan Megawati Soekarnoputri. Dikatakan Ruhut, PDIP selalu berjalan tegak lurus dengan kepemimpinan Megawati.

"Aku bersama Ibu Mega, dia seorang negarawan yang merasakan manis pahitnya perjuangan dan dia negarawan dia kokoh. Aku dukung Ibu Mega, aku di PDI Perjuangan tegak lurus ke Ibu Mega," ujarnya. [***]


Video Terkait:
Pecat Ganjar, PDIP Tidak Bakal Rugi
Editor: Saeful Anwar