EKONOMI

OJK Cabut Izin Usaha OVO, Nasib Saldo di Dompet Digitalnya?

Ilustrasi
Ilustrasi


JAKARTA - Masih ada yang salah kaprah menyamakan PT OVO Finance Indonesia (OFI) dengan dompet digital OVO di  bawah PT Visionet International.

Di Twitter, bahkan telah ramai ajakan menghabiskan atau mengalihkan saldo digital di dompet OVO buntut keputusan terbaru Otoritas Jasa Keuangan.

“Sebaiknya saldo OVO segera dihabiskan atau dialihkan. OJK Cabut Izin Usaha OVO,” cuit Alvin Lie, Rabu (10/11/2021), juga menyematkan link berita berjudul OJK Cabut Izin Usaha OVO.

"Bukan ovo virtual wallet pak... itu pinjol.. PT bya aja beda," balas pengguna Twitter lainnya.

"Yang dicabut bukan izin e-walletnya tapi ovo miliknya lippo. Jadi beda konteks," respons @Riky_Arbas.


Mau mengalihkan ke rekening (tarik) eh ternyata saldo kurang dari 10.000 om jd gak bisa wkwkwk jadi iklasin aja x ya. Lumayan tuh kalo ada 1jut orang yang mengiklaskan," kelakar @ngADI_min.

Akun @martin_gunawan turut menjelaskan bahwa OJK hanya mencabut usaha pembiayaan (multifinance) OVO. "Sementara dompet digital Ovo tetap lanjut," kicaunya menanggapi cuitan Alvin.

PT Visionet Internasional (OVO) pun buka suara terkait pencabutan izin usaha OFI oleh OJK tersebut. 

Head of Public Relations OVO Harumi Supit menegaskan, pihaknya yang bergerak di bidang uang elektronik berbeda dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan OFI. 

"OFI, OVO Finance Indonesia adalah perusahaan multifinance yang tidak ada kaitan sama sekali dan tidak pernah menjadi bagian dari kelompok perusahaan uang elektronik OVO (PT Visionet Internasional) yang mendapatkan izin resmi dari Bank Indonesia. Hanya saja, sejak awal pendiriannya OFI juga menggunakan nama OVO," tutur dia, Rabu (10/11/2021). 

Harumi memastikan bahwa layanan uang elektronik OVO tetap berjalan normal. “Semua operasional dan layanan uang elektronik OVO dan perusahaan-perusahaan di bawah OVO Group berlangsung seperti biasa, normal, dan tidak ada masalah sama sekali,” ujar Harumi.

Dalam pengumumannya, seperti dikutip Rabu (10/11/2021), OJK mengungkapkan, pencabutan izin usaha OVO Finance Indonesia dilakukan karena pembubaran akibat keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). 

"Pencabutan izin usaha tersebut berlaku sejak Surat Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal ditetapkan," tulis OJK dalam Pengumuman Nomor PENG-73/NB.1/2021 tentang Pencabutan Izin Usaha Perusahaan Pembiayaan PT OVO Finance Indonesia. 

Dengan dicabutnya izin usaha itu, OVO Finance Indonesia yang beralamat di Gedung Lippo Kuningan Lantai 17 Unit D, Jalan HR. Rasuna Said Jakarta tersebut, tidak diperkenankan lagi menjalankan kegiataan bisnisnya.

"Dengan telah dicabutnya izin usaha dimaksud, perusahaan dilarang melakukan kegiatan usaha di bidang perusahaan pembiayaan," tulis keterangan resmi OJK yang ditandatangani Kepala Departemen Pengawasan IKNB 1A selaku Plh. Deputi Komisioner Pengawas IKNB I itu. 

Menurut OJK, OVO Finance Indonesia juga diwajibkan menyelesaikan hak dan kewajiban sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

 

Editor: Widya Victoria