OPINI

Keteladanan Megawati dan Jokowi



MOHON dimaafkan, bahwa saya telah terlanjur terdidik oleh orang tua saya, untuk bersikap ojo dumeh. Maka, tidak berani menyemooh sesama manusia, yang kebetulan sedang menderita kesulitan lahiriah maupun batiniah.

Prihatin
Maka lubuk sanubari saya, langsung dirundung rasa prihatin. Ketika menyaksikan para buzzer influencer berbayar, maupun tidak berbayar, tega hati menyemooh Presiden kelima Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, yang sedang menempuh proses perawatan demi menyembuhkan penyakit yang sedang beliau derita. Mohon dimaafkan, saya tidak tega menulis cemooh mereka di dalam naskah yang dimuat oleh media terhormat ini. Akibat cemooh mereka sudah terlalu aib bahkan biadab. Yang jelas, cemooh mereka sudah sedemikian aib bahkan biadab. Sehingga menyebabkan diri saya terpaksa meminjam judul syair Taufik Ismail, yaitu "aku malu menjadi warga Indonesia".

Kemanusiaan
Syukur Alhamdullilah, di antara para berita buruk, tersebut terselip sebuah berita bagus, yang sangat menghibur duka lara di lubuk sanubari. Terberitakan bahwa Presiden V Republik Indonesia, Megawati Sukarnoputeri dan Presiden VII Republik Indonesia, Joko Widowo berkenan menyampaikan ucapan selamat cepat sembuh kembali kepada Presiden V Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Harapan cepat sembuh kepada sesama Presiden Republik Indonesia, dari dua sesama Presiden Republik Indonesia secara lembut membelai, demi meredakan kemelut kebencian yang sedang merajalela di panggung politik Nusantara tercinta masa kini. Presiden Megawati dan Presiden Jokowi secara nyata membuktikan bahwa sila "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab" masih secara nyata hadir. Bukan sebagai slogan politik hampa, makna belaka. Namun benar-benar nyata hadir sebagai kenyataan yang melekat pada peradaban bangsa, negara dan rakyat Indonesia.

Terima Kasih
Maka dari lubuk sanubari terdalam, atas nama seluruh rakyat Indonesia yang berkenan saya atas-namakan, dengan penuh ketulusan serta kerendahan hati, saya mengucapkan terima kasih kepada Bu Mega dan Pak Jokowi. Karena telah berkenan memberikan suri teladan sikap, dan perilaku "kemanusiaan yang adil dan beradab kepada seluruh rakyat Indonesia". Keteladanan sikap dan perilaku adiluhur yang diberikan oleh Bu Mega dan Pak Jokowi membuat aku bangga menjadi warga Indonesia. Merdeka!

Jaya Suprana. 
(Pembelajar Kebudayaan dan Peradaban)


Artikel ini juga ditayangkan di Koran Info Indonesia. 

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo