POLHUKAM

Dugaan Korupsi Formula E Pengaruhi Elektabilitas Anies

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (ANTARA)
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (ANTARA)


JAKARTA – Kasus dugaan korupsi penyelenggaraan Formula E yang tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempengaruhi elektabilitas Gubernur Anies Baswedan. Apalagi, jika KPK menetapkan tersangka dalam kasus ini akan memperburuk citra Anies.

“Kalau nanti perjalanan Formula E secara yuridis ada penyimpangan. Ada pimpinan kepala daerah yang terlibat. Pasti mempengaruhi elektabilitasnya, ketika nyapres ataupun mencalonkan kembali sebagai Gubernur,” kata Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing, Rabu (10/11/2021).

Sebaliknya, jika kasus dugaan korupsi itu tidak terbukti, maka elektabilitas Anies bakal naik signifikan.

“Sangat tergantung dari pada proses hukumnya. Kan bisa diuji berbasis fakta, data, dan bukti. Jika tidak dilanjutkan, data tidak cukup elektabilitas Anies kan naik,” jelasnya.

Sebelumnya, Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang terkait dugaan korupsi di ajang balapan mobil listrik Formula E.


Pelaksana tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk mengumpulkan bahan data dan keterangan informasi yang diperlukan penyidik.

"KPK sedang meminta keterangan dan klarifikasi kepada beberapa pihak guna mengumpulkan bahan data dan keterangan ataupun informasi yang diperlukan oleh Tim Penyelidik," kata Jubir KPK kepada wartawan, di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (4/11/2021).


Video Terkait:
Tiktoker Anifah Kritik Gaji Anggota DPRD DKI Jakarta 26 Miliar
Editor: Khoirur Rozi