DAERAH

Pemkab Trenggalek Kembali Mengoperasikan Perpustakaan Keliling

Petugas siaga menjaga perpustakaan keliling yang mulai dioperasikan kembali pascalibur panjang akibat pandemi COVID-19 di Kota Trenggalek, Jawa Timur.
Petugas siaga menjaga perpustakaan keliling yang mulai dioperasikan kembali pascalibur panjang akibat pandemi COVID-19 di Kota Trenggalek, Jawa Timur.


TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, kembali mengoperasikan perpustakaan keliling, sebagai sarana penunjang upaya meningkatkan minat literasi warga setempat, setelah sebelumnya vakum akibat pandemi COVID-19, Rabu (17/11).

Kendati tidak banyak pengunjung datang, keberadaan perpustakaan keliling diharapkan, menjadi pendorong minat baca masyarakat, khususnya anak - anak.

"Untuk pelanggan anak muda masih sepi, tidak seperti sebelum ada COVID-19,” kata petugas mobil perpustakaan keliling, Arif Bayu.

Untuk menarik minat baca pengunjung taman, pihaknya menawarkan buku baca secara keliling. Setidaknya, ada sekitar seribu eksemplar buku di perpustakaan keliling tersebut, dengan mayoritas buku bacaan anak - anak dan siswa.

"Fasilitasnya cukup membantu bagi beberapa orang yang gabut, ketika di taman atau orang tua yang menunggu anaknya bermain di taman,” kata, Bayu, 
Selain faktor pandemi, penurunan angka pengunjung di perpustakaan keliling juga, dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Masyarakat di zaman digital saat ini, lebih menyukai literasi digital ketimbang membaca buku secara konvensional.


"Itu sebabnya pengunjung perpustakaan keliling juga turun signifikan," katanya.

Kasi Layanan dan Pelestarian Bahan Pustaka Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Trenggalek, Kustini, mengharapkan, keberadaan perpustakaan keliling bisa mendekatkan pada anak muda, dengan budaya membaca, terutama di masa pandemi COVID-19 saat ini.

"Karena saat ini teknologi semakin canggih, dan anak kecilpun sudah banyak yang menggunakan handphone, seperti untuk bermain game maupun melihat video,” katanya.

Dia tak memungkiri, bahwa perkembangan teknologi memengaruhi budaya literasi anak, lantaran cenderung berkutat pada gawai. Untuk meningkatkan kembali budaya literasi itu, pihaknya mengoperasikan dua kendaraan perpustakaan keliling, dan satu kendaraan bercerita.

"Oleh karena itu, dengan dibukanya kembali perpustakaan keliling ini bisa mendekatkan masyarakat Trenggalek, dengan budaya membaca," katanya. (*)

Editor: Desi Wulandari