POLHUKAM

KPK Tidak Konsisten Tangani Dugaan Korupsi Formula E

Logo Komisi Pemberantasan Korupsi saat sedang dibersihkan petugas gedung tersebut. (Net)
Logo Komisi Pemberantasan Korupsi saat sedang dibersihkan petugas gedung tersebut. (Net)


JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi dianggap tidak konsisten dalam melakukan penyelidikan kasus dugaan korupsi penyelenggaraan Formula E.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3I), Tom Pasaribu yang melihat lembaga antirasuah itu selalu mengelurkan pernyataan yang bertentangan.

Padahal, kata Tom, KPK bisa langsung meminta hasil audit dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), terkait dugaan kasus korupsi penyelenggaraan balap mobil listrik itu.

"KPK jangan ambivalen dalam kasus Formula E. Sebentar curiga, sebentar masih mencari penyimpangan. Biar tidak menjadi bola liar, KPK tinggal meminta hasil audit BPK," ujar Tom kepada Info Indonesia, Jumat (19/11/2021).

Tom juga menyarankan agar KPK meminta BPK untuk melakukan audit investigasi. Itu diperlukan agar mendapat kejelasan, ketimbang mengeluarkan pernyataan yang selalu berbeda.


Dari pernyataan KPK yang tidak pasti, Tom menduga bahwa saat ini KPK sedang menggiring opini masyarakat terkait persoalan Formula E di DKI Jakarta.

"Sepertinya KPK sedang menggiring opini tertentu tentang kasus Formula E, agar masyarakat terjebak dengan opini tersebut. KPK cukup menelisik MoU yang sudah ada serta bukti-bukti pembayaran yang dilakukan Pemprov DKI," kata dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan pihaknya ingin mengetahui terlebih dahulu duduk perkara terkait dengan penyelenggaraan Formula E di DKI Jakarta.

"Prinsipnya dalam proses penyelidikan, kami ingin mengetahui duduk perkara dalam persoalan ini," kata Alexander di Gedung KPK Rabu (17/11/2021).

Dalam proses penyelidikan, kata Alexander, KPK masih mencari apakah ada penyimpangan dalam penyelenggaraan Formula E tersebut atau tidak. Apabila tidak ditemukan penyimpangan, maka rencana penyelidikan kasus tersebut akan dihentikan.

"Kalau dalam penyelidikan nanti ditemukan ada penyimpangan, penyimpangannya seperti apa. Seperti itu. Kalau tidak ada, ya sudah," kata Alex.


Video Terkait:
Usai Dipecat Firli, Eks Pegawai KPK Jadi Tukang Nasgor
Editor: Saeful Anwar