DAERAH

Penyuluh KB Bantu Pemerintah Sleman

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menyerahkan SK kepada Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) non-ASN 2021.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menyerahkan SK kepada Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) non-ASN 2021.


SLEMAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana menambah 74 orang, Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) non-ASN.

"Penambahan ini dilakukan karena, Penyuluh Keluarga Berencana PNS di Kabupaten Sleman tinggal 42 orang, sehingga perlu menambah sumber daya manusia PLKB non-ASN," kata Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, pada pada acara Pembekalan PLKB non-ASN di Rumah Dinas Bupati Sleman, Senin (22/11).

Menurut dia, penambahan ini berdasarkan perhitungan yang proporsional, logis, efektif,dan efisien serta selaras dengan kebutuhan yang ditetapkan.

"Keberadaan PLKB non-ASN sangat strategis, dalam membantu tugas pemerintah untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Tenaga Penyuluh KB/PLKB termasuk PLKB non-ASN bersama kader ,memiliki peran yang sangat strategis sebagai pendamping keluarga," ujarnya.

Ia mengatakan, pengelolaan PLKB non-ASN Pemkab Sleman diatur melalui Peraturan Bupati Sleman Nomor 45.3 tanggal 11 Oktober 2021, tentang Pedoman Pengelolaan Petugas Lapangan Keluarga Berencana Non-Aparatur Sipil Negara Pemerintah Kabupaten Sleman.

PLKB non-ASN mempunyai tugas dan fungsi dalam hal penyuluhan/edukasi pelayanan, penggerakan dan pengembangan Program Bangga Kencana. Selain itu, PLKB non-ASN juga merupakan tenaga yang mampu melakukan penggerakan dan pengembangan, untuk pembangunan di desa/kelurahan.

"Penambahan personel PLKB ini diharapkan, semakin memperkuat jajaran untuk melakukan tugas dan fungsi yang diamanahkan," harapnya.. (*)


Editor: Desi Wulandari