WARNA-WARNI

Hari Guru Nasional, Banyak Program Nadiem yang Harus Dievaluasi

Program Guru Penggerak. (Instagram Itjen Kemendikbud)
Program Guru Penggerak. (Instagram Itjen Kemendikbud)

JAKARTA - Momen Hari Guru Nasional, yang diperingati setiap 24 November, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mendorong Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) memperbaiki program Guru Penggerak.

"Program Guru Penggerak dapat dilanjutkan dengan perbaikan pada proses rekrutmen yang tidak mementingkan jumlah atau kuantitas,” ujar Sekjen FSGI, Heru Purnomo di Jakarta, Rabu (24/11/2021).
Selain itu, program Sekolah Penggerak harus diperbanyak karena lebih dirasakan manfaatnya oleh sekolah. Untuk program Organisasi Penggerak harus dievaluasi karena masih banyak guru yang tidak merasakan dampaknya.

“Juga model rekrutmen guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian kerja (PPPK), maka guru harus dievaluasi terkait pola pemberian nilai afirmasi,” jelas dia.

Selain itu, kualitas pendidikan jarak jauh harus tetap ditingkatkan. Hal itu dikarenakan hasil survei FSGI menunjukkan sebanyak 50 persen lebih responden yang menyatakan PJJ belum berjalan lancar. PJJ tidak hanya diperlukan saat pandemi.

“Begitu juga bantuan kuota belajar sebaiknya tetap diberikan dengan perbaikan pada proses penyalurannya,” jelas dia.


Untuk Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) harus dilanjutkan serta dilakukan peningkatan pada pemanfaatan hasil asesmen itu. (*)

Editor: Rio Taufiq Adam