EKONOMI

Penghasilan Guru Honorer Jauh Dari Kata Sejahtera

Sama-sama Mencerdaskan Anak Bangsa

Aksi Demo Guru Honorer. (Net)
Aksi Demo Guru Honorer. (Net)

JAKARTA - Sekertaris Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Afdhal menyayangkan masih banyak guru di Indonesia yang tidak sejahtera. Apalagi, guru yang berstatus honorer.

"Untuk guru yang berstatus honorer sebagian besar jauh dari kata sejahtera. Misalnya guru honor di NTT, ada yang dikasih gaji Rp300 ribu pebulan. Itu miris sekali," kata Afdhal kepada Info Indonesia, Kamis (25/11/2021).

Tidak hanya di daerah seperti NTT, kata Afdhal, di Jakarta pun guru honorer masih banyak yang menerima gaji di bawah upah minimum, baik di sekolah negeri maupun swasta. 

"Jangankan di daerah, di Jakarta sendiri pun, teman saya sebagai guru honorer di sekolah swasta, dia hanya mendapatkan gaji Rp700 ribu perbulan," katanya.

Disampaikan Afdhal, dengan menerima gaji yang minim itu, para guru akhirnya mengajar di dua tempat yang berbeda. Tentunya itu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Meskipun mengajar di dua tempat, gaji yang diterima pun masih jauh dari upah minimum.


"Akhirnya, dia harus mengajar di dua sekolah. Walaupun dengan mengajar di dua sekolah, kalau ditotal kan pendapatannya masih jauh, di bawah UMR, apalagi kata sejahtera," kata dia.

Afdhal berpandangan, penghasilan guru yang berstatus honorer berbanding terbalik dengan guru yang berstatus PNS. Padahal, kata Afdhal, guru honorer dan PNS memiliki tugas yang sama, mencerdaskan anak bangsa. Namun, masih terjadi ketimpangan yang luar biasa.

"Hal ini berbanding terbalik dengan guru yang sudah berstatus ASN atau PNS ataupun guru honorer di sekolah swasta komersil," ujarnya.

Padahal, pada momentum Hari Guru Nasional pada tahun 2020, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim berjanji untuk mensejahterakan guru honorer. Namun, setelah satu berselang, masih terjadi ketimpangan yang terjadi terhadap guru honorer.

Editor: Saeful Anwar