POLHUKAM

Anggota DPR Minta Tempat Wisata dan Hiburan Diperketat Jelang Nataru

Anggota Komisi IX DPR RI, Ratu Ngadu Bonu Wulla. (Net)
Anggota Komisi IX DPR RI, Ratu Ngadu Bonu Wulla. (Net)

JAKARTA - Pemerintah Republik Indonesia diperintahkan untuk segera memperketat tempat hiburan dan wisata menjelang Natal dan Tahun Baru 2022.

Perintah itu datang dari Anggota Komisi IX DPR RI, Ratu Ngadu Bonu Wulla dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, di Jakarta, Sabtu (27/11/2021).

"Perketat tempat hiburan, tempat wisata yang mengundang kerumunan," kata Ratu Ngadu.

Dirinya sangat mendukung upaya pemerintah menekan angka penularan COVID-19 dengan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 pada Desember 2021 di berbagai wilayah Tanah Air.

"Kami mendukung pemerintah untuk pemberlakuan PPKM Level 3 pada saat liburan Nataru (Natal dan tahun baru)," katanya.


Menurut dia, pemberlakuan PPKM Level 3 di seluruh Indonesia mempunyai tujuan yang mulia, yaitu memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dan antisipasi lonjakan kasus di masa liburan.

Dia tidak mau Indonesia seperti sejumlah negara Eropa, yang mengalami penaikan kasus COVID-19, yang membuat berbagai negara kembali memberlakukan lockdown wilayah.

Meski mendukung, dirinya meminta pemerintah tegas dalam pelaksanaan PPKM Level 3, dan tidak boleh ada kelonggaran dan berlaku merata di seluruh Indonesia.

"Yang tidak kalah penting lagi adalah mengantisipasi setiap pintu masuk-keluar di setiap daerah, untuk memastikan PPKM berjalan baik di masa Natal dan Tahun Baru," kata Ratu Ngadu.

Bila suatu daerah ditetapkan sebagai PPKM Level 3 artinya harus menerapkan beberapa pembatasan, di antaranya toko atau pasar kebutuhan sehari-hari bisa buka dengan kapasitas 50 persen dan tutup pukul 20.00 WIB.

Pusat perbelanjaan seperti mall dan plaza bisa buka dengan kapasitas 25 persen dan tutup pukul 17.00 WIB. Pedagang kaki lima (PKL), barbershop dan sejenisnya bisa buka sampai pukul 20.00 WIB.

Lalu, warung makan, PKL, lapak jajanan di ruang terbuka boleh beroperasi dengan kapasitas 25 persen dan buka hingga pukul 20.00 WIB. Kegiatan belajar mengajar 100 persen daring dan tempat ibadah dibuka dengan kapasitas 25 persen dan protokol kesehatan ketat.

Editor: Saeful Anwar