OLAHRAGA

Red Bull Dijagokan Menang di Jeddah

Max Verstappen vs Lewis Hamilton.
Max Verstappen vs Lewis Hamilton.


JAKARTA - Balapan Formula 1 menyisakan dua seri lagi untuk menutup musim 2021. Akhir pekan ini, Grand Prix Arab Saudi bakal jadi seri yang semakin panas dalam perebutan gelar juara dunia antara Max Verstappen (Red Bull) dengan Lewis Hamilton (Mercedes).

Desainer trek balap ternama, Herman Tilke, meyakini tim Red Bull Racing akan mampu tampil kuat di Sirkuit Jeddah yang pembangunannya terus dikebut. Sirkuit baru sepanjang 6,174 kilometer tersebut didesain oleh sang putrid, Carsten Tilke. Herman menyebut, Sirkuit Jeddah bisa jadi tempat penentuan gelar musim ini, mengingat selisih antara Lewis Hamilton dan Max Verstappen tinggal delapan poin. Dalam dua balapan terakhir di Brasil dan Qatar, Mercedes menjadi sulit dibendung seiring dengan keputusan ganti elemen power unit. Mereka mampu melaju sangat kencang ketika melintasi trek lurus.

Herman mengatakan, Jeddah memiliki beberapa lintasan lurus yang pastinya menguntungkan Hamilton. Namun, bukan berarti Verstappen tak punya peluang untuk mengalahkannya. Herman mensyaratkan Red Bull mencari setelan paling tepat untuk mobil RB16B, sehingga lebih mudah menaklukkan tikungan cepat dan mengambil keuntungan dari situ.

"Saya yakin bahwa Hamilton bukannya tidak bisa dikalahkan di Arab Saudi. Tentu saja, mesin bertenaga akan membantu pembalap itu, tapi masih ada banyak hal di trek ini daripada lintasan lurus,” ujarnya kepada F1-Insider.com dikutip dari Motosprot.com. Minggu (28/11/2021).

"Ada beberapa tikungan cepat, di mana Red Bull Racing mendapat keuntungan jika mereka menerapkan pengaturan terbaik. Juga itu adalah trek jalan raya dan selalu punya hukumnya sendiri," sambungnya.


Mantan pembalap tim F1 era 1980-an, Arrows Racing Team, Marc Surer, menjagokan Red Bull menang di Arab Saudi. Pengalaman kurang menyenangkan dalam balapan perdana Formula 1 di Sirkuit Losail, Qatar, menurutnya bisa dijadikan pelajaran. Dia mengatakan, para mekanik tim tersebut pastinya akan berusaha menyetel RB16B, sehingga Verstappen mampu memaksimalkan potensinya.

"Kami selalu berpikir apakah sirkuit itu lebih baik untuk Mercedes atau Red Bull. Itu sebaliknya dengan apa yang kami pikir berkali-kali setelahnya. Dalam kasus itu di Arab Saudi, Red Bull akan jadi favorit," ungkap Surer.

"Saya kira Red Bull tidak mendapatkan yang terbaik dari mobilnya di Qatar. Pierre Gasly hanya kencang dalam kualifikasi bersama AlphaTauri, sama seperti Red Bull dan Verstappen. Jika mobil B sekencang itu, kemudian segala tentang mobil A tidak benar. Red Bull perlu bekerja lebih baik di Arab Saudi," paparnya.

Artikel selengkapnya bisa dibaca di Koran Info Indonesia.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo