POLHUKAM

Benarkan Pendapat Ahok, Pakar Energi Ini Sarankan Pemerintah Fokus Kuasai Kebutuhan Baterai Dunia

 Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (ANTARA)
Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (ANTARA)


JAKARTA - Pakar Energi Terbarukan, Riza Mutyara membenarkan apa yang disampaikan Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terkait rencana IBC membeli perusahaan mobil listrik Jerman.

"Ahok benar. Sebagai pemilik deposit nikel terbesar dunia, Indonesia sebaiknya menjadi produsen baterai dunia dan mengembangkan teknologi baterai lebih canggih, lebih kuat dan lebih kecil," ungkap Riza Mutyara di Medan, Selasa (30/11/2021).

Menurut Riza, dengan menguasai baterai, kendaraan listrik atau electric vihicle (EV) lebih bagus dikembangkan sendiri di dalam negeri. Ia menyarankan pemerintah mengirim desainer Indonesia ke luar negeri untuk mendalami desain bodi kendaraan listrik.

"Jadi tidak perlu beli merek EV dari Jerman, China, India atau Amerika Serikat," ungkap Riza.

Lebih lanjut Riza mengatakan, dengan menjadi produsen baterai kelas dunia, Indonesia akan mudah meningkatkan energi terbarukan solar cell dan meningkatkan PLTS Atap.


"Semua rumah mempunyai Solar Cell untuk program PLTS. Pemilik tanah kosong bisa menjual listrik tenaga surya ke PLN dan PLTU bisa dipersiunkan," jelas Riza.

Ia menerangkan, pada kendaraan listrik komponen paling penting adalah baterai. Oleh sebab itu ia meminta pemerintah sebaiknya fokus mengembangkan industri baterai dalam negeri.

"Yang paling penting IBC harus mengeluarkan biaya riset atau penelitian peningkatan kekuatan baterai yang otomatis. IBC akan menjadi pemain penting global di baterai. Juga harus berani membayar gaji peneliti lebih tinggi," tambahnya.


Video Terkait:
Ahok: Lima Tahun Ke Depan SPBU Pertamina Bakal Sepi Pelanggan
Editor: Khoirur Rozi