POLHUKAM

Nasdem Enggak Ambil Pusing Desakan PSI Agar Sahroni Mundur Dari Formula E

Ketua Pelaksana Formula E, juga Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni. (Net)
Ketua Pelaksana Formula E, juga Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni. (Net)


JAKARTA - Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI Jakarta enggak mau ambil pusing dengan adanya desakan agar Bendahara Umum DPP Partai Nasdem, Ahmad Sahroni mundur dari jabatan sebagai Ketua Pelaksana Formula E.

Nasdem Ibu Kota juga membantah jika penunjukan Sahroni yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu, berbau politis.

"Terlepas dari posisinya sebagai anggota DPR, dia juga insan otomotif Indonesia yang memiliki kapasitas dan kualitas yang nanti kita saksikan bersama di Juni 2022," kata Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI, Wibi Andrino kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (30/11/2024).

Pernyataan Wibi yang juga keponakan dari Ketum Nasdem, Surya Paloh itu secara tak langsung menjawab tanggapan Sekretaris Jenderal DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dea Tunggaesti yang meminta agar Sahroni melepaskan jabatannya di Formula E.

Anggota Komisi A DPRD DKI ini menegaskan, penyelenggaraan Formula E bukan ajang kampanye partai atau tokoh politik tertentu. Namun ini merupakan ajang bagi Indonesia untuk bisa menyelenggarakan kegiatan berskala internasional.


"Ini kampanye kita bangsa Indonesia di mata dunia, karena Jakarta punya campaign tentang kota modern, lingkungan bersih dengan program Jakarta Langit Birunya," katanya.

Selain menunjuk Sahroni sebagai Ketua Pelaksana Formula E, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga mengangkat Ketua MPR Bambang Soesatyo alias Bamsoet sebagai steering committee atau Dewan Pengarah.

Duet Sahroni-Bamsoet ini pun dinyakini Wibi akan membawa dampak positif bagi penyelenggaraan Formula E yang akan dihelat di ibu kota pada 4 Juni 2022 mendatang.

"Di industri dan event otomotif, dua orang ini, pak Bamsoet dan Bang Roni adalah pilihan tepat," ujar Wibi.

Adapun penunjukan Sahroni sebagai Ketua Pelaksana Formula E di Jakarta sempat menimbulkan perdebatan. DPP PSI bahkan meminta agar Sahroni, mundur dari kepanitiaan Formula E. Dea Tunggaesti menilai, jabatan itu tak bisa dipisahkan dari jabatan politis.

“Kalau saya jadi Bang Surya Paloh, saya akan minta Mas Sahroni sebagai Bendahara Umum Partai Nasdem dan Anggota DPR RI untuk mundur dari jabatan ketua pelaksana Formula E,” kata Dea dalam keterangan tertulisnya.

“Meskipun Mas Sahroni menjadi ketua pelaksana Formula E sebagai Sekjen Ikatan Motor Indonesia (IMI), hal itu tidak dapat dipisahkan dari jabatannya di Nasdem,” kata dia.


Video Terkait:
Kawasan Ancol Jadi Sirkuit Formula E
Editor: Saeful Anwar