EKONOMI

Persaingan Bisnis Penyebab Ahok Tolak BUMN Akuisisi StreetScooter

Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (Net)
Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (Net)


JAKARTA - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dianggap memiliki persaingan bisnis di balik pernyataan tidak setujunya terhadap rencana Badan Usaha Milik Negara (BUMN), untuk mengakuisisi perusahaan mobil listrik asal Jerman StreetScooter.

Begitu pendapat CEO First Connect perusahaan yang bergerak dalam Global Value Chain dan Political Risk Analysis, Haryo Ksatrio Utomo saat dihubungi Info Indonesia, Rabu (1/12/2021).

Haryo mengatakan, terdapat persaingan ketat antar perusahaan BUMN dalam bisnis baterai untuk mobil listrik.

"Pernyataan Ahok mengenai isu baterai mobil listrik, dalam konteks pembelian akuisisi perusahaan Jerman Street Scooter, hanya untuk menutupi fakta ada persaingan ketat antara Pertamina dan PLN terkait industri tersebut," ujar Haryo.

BUMN berencana mengakuisisi lewat Indonesia Battery Corporation (IBC) sebagai  holding industri baterai kendaraan listrik yang dibentuk oleh empat perusahaan BUMN, yaitu PT Pertamina (Persero), Mining Industry Indonesia, PLN, dan Antam.


Meskipun Pertamina termasuk anggota dari IBC, Haryo menyebut Pertamina juga mulai melakukan ekspansi bisnis serupa melalui perusahaan-perusahaan swasta.

"Pertamina sebenarnya mulai menggarap industri baterai yang melibatkan dua perusahaan swasta, yaitu Mitsui & Co dan Lippo Group. Mitsui sebagai perusahaan energi di Jepang juga menjadi mitra dari Lippo Group," kata Haryo.

Haryo mengatakan, Mitsui & Co juga berinvestasi dalam industri Baterai penunjang mobil listrik di Perancis melalui perusahaan Forsee Power. Sementara, Forsee Power adalah perusahaan pesaing dari perusahaan-perusahaan Jerman yang mendukung StreetScooter.

Sehingga, secara tidak langsung perusahaan StreetScooter yang akan diakuisisi BUMN bertentangan dengan kepentingan dari Pertamina. Karena, terjadi persaingan dagang antara blok Jerman dengan Prancis.

"Kami lebih menilai bahwa ini hanya mengenai persaingan bisnis antara jejaring perusahaan Jepang-Perancis dengan jejaring perusahaan baterai Jerman" kata Haryo.

Oleh sebab itu, Haryo tidak mau mengomentari lebih jauh soal perdebatan Ahok yang membongkar borok BUMN lewat video di kanal YouTube pribadinya.

"Kami cenderung tidak menganggap serius pernyataan dari Ahok dalam isu ini, sebab Ahok dalam beberapa temuan kami terindikasi memang ada dugaan terhubung dengan Lippo Group," kata dia.


Video Terkait:
Ahok: Lima Tahun Ke Depan SPBU Pertamina Bakal Sepi Pelanggan
Editor: Saeful Anwar