POLHUKAM

Rizal Ramli Galang Dukungan Buat Nyapres, Elite PDIP: Sah-sah Saja

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman yang juga ekonom senior Indonesia, Rizal Ramli. (Net)
Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman yang juga ekonom senior Indonesia, Rizal Ramli. (Net)


JAKARTA - Cara mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli menggalang dukungan untuk pencalonan dirinya di Pilpres 2024 melalui google form, sah-sah saja.

Demikian pendapat politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Andreas Hugo Pareira saat dihubungi Info Indonesia, Kamis (2/12/2021).

"Sah-sah saja. Ini negara demokrasi yang menjamin hak politik untuk mengekspresikan pandangan, gagasannya, serta tindakan-tindakan selama tidak mengganggu hak orang lain, dan menabrak aturan serta hukum yang berlaku," kata Anggota DPR RI itu.

Menurut dia, saat ini banyak figur yang mulai bermunculan untuk menggaet perhatian publik terkait dengan pemilihan presiden. Namun, hanya segelintir yang benar-benar serius dalam menyosong pesta demokrasi lima tahunan itu.

"Ada yang nampak serius berupaya mencalonkan diri, ada yang coba-coba ada yang nampak main-main karena dirinya pun tau tidak bakal menjadi calon. Tetapi itu dilakukan hanya sekedar ramai biar tetap ada di panggung politik nasional," kata dia.


Saat disinggung soal penggalangan dukungan yang dilakukan Rizal Ramli dalam menyosong Pilpres 2024, Andreas enggan berkomentar. Dia menyerahkan kepada masyarakat untuk menilainya sendiri.

"Publik lebih cerdas untuk melihat mereka-mereka yang sedang cari-cari panggunng lihat saja komen-komen netizen," katanya.

Sebelumnya, ekonom senior Indonesia Rizal Ramli secara terang-terangan menyatakan diri ingin ikut Pemilihan Presiden 2024. Namun cara yang dilakukannya cukup unik. Bukannya mendekati partai-partai untuk dijadikan kendaraan politik, Rizal Ramli justru menggalang dukungan lewat Google Form, di mana masyarakat bisa mengisi formulir untuk menyatakan dukungannya.


Video Terkait:
PPP Harus Mampu Adptasi di 2024
Editor: Saeful Anwar