POLHUKAM

KPK Periksa Seorang Notaris Terkait Kasus Pengadaan Tanah SMKN 7 Tangsel

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Tangerang Selatan. (Info Indonesia)
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Tangerang Selatan. (Info Indonesia)


JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan pemeriksaan terhadap seorang notaris bernama Suningsih, terkait proses pengadaan tanah untuk pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.

Pelaksana Tugas Juru Bicara (Plt Jubir) KPK, Ali Fikri mengatakan, pemeriksaan terhadap Suningsih dilakukan di Gedung KPK, pada hari Rabu (1/12/2021) kemarin, dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan SMKN 7 Tangsel pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Tahun Anggaran 2017.

"Suningsih (notaris) yang bersangkutan hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan keikutsertaan saksi dalam proses pengadaan tanah untuk pembangunan SMKN 7 Tangerang Selatan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Tahun Anggaran 2017," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangan kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (2/12/2021).

Selain itu, tim penyidik juga mengonfirmasi saksi Suningsih soal dugaan adanya aliran sejumlah uang ke beberapa pihak yang terkait dengan kasus tersebut.

Kendati demikian, KPK saat ini belum dapat menginformasikan secara menyeluruh konstruksi perkara dan siapa saja pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka.


Sebagaimana kebijakan pimpinan KPK saat ini bahwa untuk publikasi konstruksi perkara dan pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka akan dilakukan pada saat telah dilakukan upaya paksa baik penangkapan maupun penahanan terhadap para tersangka.

Dalam penyidikan kasus tersebut, tim penyidik KPK juga telah menggeledah beberapa tempat di wilayah Jakarta, Tangerang Selatan, Serang, dan Bogor, yaitu rumah kediaman dan kantor dari para pihak yang terkait dengan kasus tersebut.

KPK menemukan dan mengamankan berbagai barang barang bukti diantaranya dokumen, barang elektronik, dan dua unit mobil.

Editor: Saeful Anwar