POLHUKAM

PILPRES 2024

Rizal Ramli Tingkatkan Popularitas Dengan Ide, Bukan Pencitraan

Rizal Ramli. (Net)
Rizal Ramli. (Net)


JAKARTA - Penggalangan dukungan lewat Google Form yang dilakukan ekonom senior Indonesia Rizal Ramli dinilai sebagai upaya meningkatkan popularitas dengan menggagas ide-ide baru.

"Jadi dengan cara begitu, apa yang dilakukan oleh Rizal Ramli ini menurut saya mau masuk pada dunia popularitas dengan ide. Maka diambillah platform yang paling umum diketahui oleh publik yaitu media sosial," kata pengamat politik Ray Rangkuti kepada Info Indonesia, Kamis (2/12/2021).

Selain mencari dukungan, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia itu mengatakan apa yang dilakukan oleh Rizal Ramli dapat diartikan sebagai kritik terhadap nama-nama yang disebut akan maju sebagai capres belakangan ini.

"Lepas dari soal caranya, apa yang dilakukan oleh Rizal Ramli itu menurut saya merupakan kritik terhadap capres-capres popular saat ini," tutur Ray.

Menurutnya, kandidat bakal capres-capres yang ada saat ini seperti Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan; Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto; Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, hanya mengandalkan pencitraan tanpa memiliki gagasan yang jelas untuk masa depan Indonesia.


"Mereka kan berbasis pencitraan sebetulnya. Jadi, apakah itu Prabowo, Anies Baswedan kemudian juga Ganjar dikenal orang itu ya karena citra mereka dicitrakan sedemikian rupa," jelas Ray.

Pasalnya, ia mengaku hingga saat ini belum mendengar gagasan-gagasan para kandidat bakal capres tersebut untuk Indonesia di masa yang akan datang. Sementara, Ray mengatakan, Rizal Ramli memiliki tipikal calon presiden yang mengusung ide-ide namun kurang beruntung di popularitas.

Ia berpendapat, penggalangan dukungan lewat media sosial adalah langkah tepat dalam rangka menaikkan popularitas. Pasalnya, Rizal Ramli tidak cocok apabila melakukan pencitraan seperti kebanyakan kandidat yang ada.

"Karena kalau dia melakukan pencitraan seperti yang dilakukan oleh tiga capres yang saya sebutkan tadi, ya rasanya agak sulit didapatkan oleh beliau untuk saat ini. Tapi kita tidak tahu ke depan seperti apa," kata Ray.

Rizal Ramli secara terbuka menyatakan kemauannya untuk menjadi calon presiden di pesta demokrasi 2024. Di samping mengemukakan ide-ide untuk Indonesia pada masa mendatang, mantan menteri di pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid itu juga mencari dukungan di ruang publik dengan meyakini bahwa dirinya layak untuk memimpin Indonesia. 

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo