DAERAH

Kelola Sampah Dari Rumah Tangga

Ilustrasi. (Net)
Ilustrasi. (Net)


BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengajak masyarakat punya rasa tanggung jawab untuk mengelola sampah dari rumah tangga, guna mengatasi persoalan penumpukan sampah yang dapat mencemari lingkungan.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menjelaskan, permasalahan lingkungan di Bantul harus segera diperbaiki. Karena penumpukan sampah yang semakin besar dan tentu bisa membahayakan lingkungan sekitar dalam jangka panjang.

"Perlu dibuat satu sistem pengelolaan sampah yang efisien dan partisipatif. Artinya, masyarakat juga punya rasa tanggung jawab dalam untuk mengelola sampah dimulai dari tingkat rumah tangga," katanya di sela audiensi dengan Yayasan Saemaul Globalization Foundation (SGF) Korea di Bantul, Kamis (2/12/2021).

Halim mengatakan, di Kabupaten Bantul terdapat 75 kelurahan yang memerlukan bantuan dalam hal pengolahan dan pengelolaan sampah, khususnya di tingkat rumah tangga. Untuk membuat sistem pengelolaan sampah yang baik, Pemkab Bantul perlu memberikan edukasi pada setiap rumah tangga, agar nantinya masing-masing rumah tangga bersedia dan mampu melakukan pemilahan sampah.

"Maka dari itu pemkab memutuskan untuk membuat sistem pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga, agar permasalahan sampah dapat diselesaikan di tingkat di desa. Hal ini juga bertujuan untuk mendorong BUMD atau pemerintah desa untuk bisa mandiri," jelasnya.


Lebih dari itu, Halim juga berharap nantinya Yayasan SGF Korea bisa bekerja sama membantu Pemkab Bantul menyukseskan program Bantul Bersih Sampah 2025.

"Dan jika program tersebut berhasil maka nantinya bisa menjadi proyek percontohan di tingkat nasional, bahkan mungkin dunia karena budaya pemilahan sampah sudah dimulai sejak dari rumah tangga," katanya.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo