POLHUKAM

PILPRES 2024

Prabowo-Puan Lebih Besar Peluang Kalahnya

Ilustrasi pasangan Prabowo-Puan. (Net)
Ilustrasi pasangan Prabowo-Puan. (Net)


JAKARTA - Duet Prabowo Subianto-Puan Maharani yang digadang-gadang sebagai bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden 2024 dinilai lebih besar peluang kalahnya dibandingkan menang.

Begitu pendapat pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, saat dihubungi Info Indonesia, Jumat (3/12/2021).

"Saya melihatnya lebih banyak peluang kalahnya dibanding peluang menangnya. Saya sih melihat gitu ya, itu kalau pemilunya berjalan dengan fair dan objektif," katanya.

Menurut Ujang, dalam menentukan pasangan capres juga harus mengkalkulasikan faktor kemenangan. Saat ini, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, tengah dihadapi dengan sosok pengikut Reuni 212 yang bisa saja tidak lagi mendukungnya pada Pilpres 2024.

Ujang menyebut, banyak masyarakat yang kecewa dengan masuknya Prabowo ke koalisi pemerintah untuk menduduki kursi Menteri Pertahanan. Di sisi lain, tren Prabowo dalam survei capres cenderung stagnan walaupun masih urutan tiga besar, namun angkanya masih di bawah 30 persen sehingga belum ada jaminan pasti akan menang.


Sementara, melihat sosok pendamping dari Prabowo, Ujang merasa tidak yakin dengan daya dongkrak Puan Maharani yang saat ini menjabat Ketua DPR RI. Ia menilai, kemampuan Puan hanya karena dinaungi oleh PDI Perjuangan sebagai partai pemenang pemilu.

"Kalau misalkan kita melihat puan, walaupun dia berada dalam naungan partai pemenang pemilu tapi kan elektabilitasnya belum muncul, masih nol koma. Meskipun ada yang paling tinggi cuma satu persen," katanya.

Sehingga, Ujang beranggapan koalisi Prabowo-Puan sangat bisa dikalahkan lemah apabila lawan politiknya adalah pasangan capres dengan elektabilitas tinggi.

"Jadi lawan Prabowo-Puan itu siapa, kalau lawan politiknya itu katakanlah elektabilitasnya tinggi dan bagus, itu bisa kalah Prabowo-Puan," tutupnya.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo