POLHUKAM

PILPRES 2024

Bukan Dengan Puan, Prabowo-Khofifah Lebih Cocok

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. (Net)
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. (Net)


JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dianggap lebih cocok menjadi calon presiden 2024 jika berdampingan dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, mengatakan, Khofifah adalah figur yang dapat melengkapi Prabowo sebagai representasi dari kelompok Islam dan juga kalangan perempuan.

"Prabowo dengan Khofifah bisa, cuma ya Khofifahnya mau atau tidak karena Khofifah itu merepresentasikan dari kepala daerah penduduk yang besar juga, Jawa Timur. Lalu dari kelompok kalangan Nahdlatul Ulama, dia juga perempuan," jelasnya saat dihubungi Info Indonesia, Jumat (3/12/2021).

Menurutnya, dalam memilih pasangan untuk ikut pilpres harus memperhatikan keterwakilan kelompok yakni antara nasionalis dengan kelompok Islam.

"Kalau kita belah dalam kondisi politik kita, itu hanya dua kekuatan secara sederhana di Indonesia yaitu kelompok nasionalis dan kelompok Islam. Dan memang keduanya tidak boleh dibentur-benturkan," jelas Ujang.


Sebab itu, posisi Prabowo yang digadang-gadang akan berdampingan dengan Puan Maharani dianggap kurang tepat karena sama-sama berasal dari kelompok nasionalis. Ujang mencontohkan ketika Pilpres 2019, Joko Widodo sebagai petahana presiden menggandeng Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Maruf Amin, sebagai keterwakilan kelompok Islam.

"Misalnya kayak kemarin, Jokowi dengan KH Maruf Amin, itu nasionalis-Islamis," tutup Ujang yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR). 

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo