POLHUKAM

Komnas HAM Tak Mau Berekspektasi Lebih Soal Tim Penyidik Bentukan Kejaksaan Agung

Kantor Komnas HAM. (ANTARA)
Kantor Komnas HAM. (ANTARA)


JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) membentuk tim penyidikan untuk mengusut Kasus Pelanggaran HAM Berat yang terjadi di Paniai, Papua. Tim ini berisi 22 jaksa senior yang diketuai langsung oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Ali Mukartono.

Terkait hal itu, Wakil Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Amiruddin Al Rahab mengatakan, pihaknya tidak berharap banyak terhadap tim tersebut dalam menuntaskan kasus HAM di Paniai. Sebab menurutnya, hingga kini belum ada pihak yang mampu menuntaskan kasus pada 2014 silam itu.

“Hasilnya akan seperti kita enggak tahu. Saya tidak mau berandai-andai juga. Dinamika sudah terjadi hampir 20 tahun. Tak satupun mampu menghadirkan keadilan. Artinya belum mampu mengkoreksi apa terjadi sesungguhnya,” kata Amiruddin dalam diskusi bertajuk ‘Membaca Politik Hukum Pergerakan Penanganan Pelanggaran HAM Berat Di Indonesia Sepanjang 2021’, Senin (6/12/2021).

Amiruddin mempertanyakan apakah proses penyidikan yang dilakukan Kejaksaan Agung  menggunakan standar HAM yang memadai atau tidak. Jika penyidikan berstandar kerja HAM rendah, maka kasus akan sulit terselesaikan.

“Itu inti pokoknya kejahatan kemanusian. Kita tunggu jaksa agung apa yang diperbuat,” imbuhnya.


Namun demikian, ia meminta seluruh masyarakat ikut mengawal proses penyelidikan yang dilakukan olek Kejaksaan Agung. Menurutnya, Kejaksaan Agung harus bekerja keras untuk menuntaskan persoalan HAM berat di Indonesia, termasuk di Paniai.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung membentuk Tim Penyidik Dugaan Pelanggaran HAM Berat di Paniai, Papua pada 2014. Pembentukan itu berdasarkan surat keputusan Jaksa Agung Nomor 267 Tahun 2021 tanggal 3 Desember 2021 yang ditandatangani oleh Jaksa Agung Burhanuddin.

 


Video Terkait:
Natalius Dibayar Rp 5 Miliar untuk Serang Ganjar Pranowo
Editor: Khoirur Rozi