DAERAH

Buruh Jangan Terprovokasi Ucapan Gubernur Banten

Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi Golkar, Muhamad Amud. (Dok Pemkab Tangerang)
Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi Golkar, Muhamad Amud. (Dok Pemkab Tangerang)


JAKARTA - Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi Golkar, Muhamad Amud mengimbau kepada seluruh elemen buruh di Kabupaten Tangerang tidak terprovokasi dengan pernyataan Gubernur Banten Wahidin Halim.

Diketahui, Wahidin sempat melontarkan ucapan kontroversial soal pengupahan. Ia mengatakan, pengusaha sebaiknya mencari karyawan baru jika ada pekerja tidak mau dengan gaji yang sudah ditetapkan oleh pemprov.

"Saya berharap rekan-rekan buruh jangan sampai terprovokasi dengan pernyataan-pernyataan yang akan merugikan perjuangan teman-teman buruh. Harus hati-hati dalam menyikapinya," kata Amud kepada Info Indonesia, Rabu (8/12/2021).

Amud khawatir ucapan Wahidin memicu pergolakan kaum buruh di Tangerang. Jika hal demikian terjadi, menurutnya akan berdampak terhadap roda perekonomian daerah.

"Buruh harus tetap tenang, jangan sampai terganggu perekonomiannya di Banten, khusunya di Kabupaten Tangerang yang notabenenya adalah daerah Industri," ujarnya.


Kepada Wahidin, Amud berpesan agar lebih bijak dalam menyampaikan suatu hal di ruang publik. Terlebih ketika pernyataannya dapat berdampak buruk bagi rekan-rekan buruh yang sedang memperjuangkan haknya.

"Saran saya, pemerintah harus lebih elok dan bijak lagi dalam mengelurkan pernyataan. Jangan sampai pernyataan pemerintah dijadikan dasar pembenaran oleh perusahaan dalam mengambil keputusan, dan keputusan tersebut merugikan rekan-rekan buruh," imbuhnya.

Sebelumnya, Gubernur Banten meminta para pengusaha untuk dapat merekrut karyawan baru, untuk menggantikan karyawan yang tidak bersedia digaji sesuai dengan UMP sebagaimana ditetapkan oleh Pemprov Banten. Menurutnya di wilayah Banten masih banyak pencari kerja yang mau digaji antara Rp2,5 juta hingga Rp 4 juta per bulannya.

"Saya bilang ke pengusaha, ya kalian cari tenaga kerja baru, masih banyak yang nganggur, yang butuh kerja, yang cukup gaji Rp2,5 juta, Rp4 juta juga masih banyak," kata Wahidin di Banten.

Editor: Khoirur Rozi