DAERAH

Kelakuan Bejat Herry Wirawan Jatuhkan Wibawa Pesantren

Herry Wirawan, pemerkosa puluhan santriwati. (Net)
Herry Wirawan, pemerkosa puluhan santriwati. (Net)


JAKARTA - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengutuk kelakuan Herry Wirawan yang memperkosa 21 santriwati di Pondok Pesantren Madani Boarding School miliknya di Cibiru, Kota Bandung.

"Perlakuan yang sangat tidak terpuji dan tidak pantas dari seorang pengelola pesantren. Bahkan, lebih tepat disebut sebagai tindakan yang sangat bejat," katanya lewat keterangan tertulis, Minggu (12/12/2021).

LaNyalla menilai, kasus tersebut lebih dari kejahatan besar karena tidak hanya mencoreng dan menjatuhkan kewibawaan dunia pesantren, melainkan juga terhadap agama dan kemanusiaan. Terlebih para korban adalah anak di bawah umur, yang saat ini tengah mengalami trauma.

Ia menyatakan bahwa terdapat kejanggalan di pesantren yang dikelola Herry, di mana lembaga tersebut tidak mengeluarkan ijazah bagi santri yang telah lulus. Bahkan pelaku justru memaksa orang tua santri membantu pembangunan pesantren dan para santri harus memasak bergantian.

"Selain itu juga tidak ada guru lain. Kalaupun ada hanya datang sesekali karena dipanggil pelaku," ujar LaNyalla.


Oleh sebab itu, LaNyalla meminta pemerintah lebih selektif dalam memberikan izin pesantren agar kasus yang sama tidak terulang. Ia menduga banyak oknum akan melakukan modus yang sama di tempat lain, sehingga dapat memunculkan lebih banyak korban.

"Untuk itu, saya meminta pemerintah mengevaluasi pendidikan di pondok pesantren dan selektif dalam pendirian satu lembaga berkedok pendidikan agama," katanya.

La Nyalla mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kepada pemerintah, dalam hal ini Direktorat Pondok Pesantren Kementerian Agama, jika menemukan kejanggalan terkait modus lembaga pendidikan seperti kasus tersebut.

"Jangan biarkan kasus-kasus ini tumbuh subur karena ada pembiaran. Masyarakat harus lebih kritis dan berani bersuara saat melihat telah terjadi kejanggalan," imbaunya.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo