POLHUKAM

Skandal Jaksa Agung: Tiga Data Kependudukan Dengan Istri yang Berbeda

Jaksa Agung ST Burhanuddin. (Net)
Jaksa Agung ST Burhanuddin. (Net)


JAKARTA - Skandal yang menerpa Jaksa Agung ST Burhanuddin akan terus mengemuka apabila pihak berwenang tidak ada yang berupaya mengklarifikasi kebenarannya. Skandal tersebut meliputi perkawinan ganda, data kependudukan ganda hingga dugaan ijazah palsu.

Soal data kependudukan ganda, misalnya, selain memiliki KTP yang beralamat di Jalan Ayub, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jaksa Agung Burhanuddn juga punya KTP di Jalan Pitana, Cipeundeuy, Bandung Barat. Dan terakhir Jaksa Agung Burhanuddin sesuai data Sistem Informasi Manajemen Kejaksaan Republik Indonesia (Simkari) beralamat di Discovery Fiore, Bintaro, Tangerang Selatan.

Ketiga data kependudukan itu pun berbeda-beda. Untuk alamat Pejaten Barat, misalnya, Jaksa Agung Burhanuddin lahir pada 17 Juli 1960 dengan status sebagai karyawan swasta dan beristrikan Dra. Mia Amiati Iskandar atau lebih dikenal sebagai Mia Amiati yang merupakan Direktur Pengamanan Pembangunan Strategis pada Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel).

Status suami-istri Jaksa Agung Burhanuddin dan Mia Amiati ini telah dibenarkan oleh Marsudi, petugas bagian Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kelurahan Pejaten Barat dan Agus, Ketua RT 010, Jalan Ayub, Pejaten Barat, Pasar Minggu. Keduanya memastikan hubungan Jaksa Agung Burhanuddin dan Mia Amiati sebagai suami-istri.

Marsudi juga memastikan bahwa Jaksa Agung Burhanuddin dan Mia Amiati telah dikaruniai 1 anak. Keterangan tersebut sesuai dengan informasi kartu keluarga (KK) bernomor 3174040601****** yang menyebutkan putra Jaksa Agung Burhanuddin dan Mia Amiati bernama MB Burhanuddin. Di KK itu juga tertulis seorang bernama Alitio Naufal Syarif yang lahir dan berdomisili di California, Amerika Serikat. Nama ibu dari Alitio adalah Alita Iskandar.


Soal Mia Amiati menjadi istri kedua itu berpotensi melanggar Peraturan Pemerintah (PP) No. 45 tahun 1990 yang mengatur soal perkawinan atau perceraian PNS. Dalam PP tersebut, PNS wanita dilarang menjadi istri kedua dan seterusnya. Itu diatur dalam Pasal 4 yang berbunyi:

  1. Pegawai Negeri Sipil pria yang akan beristri lebih dari seorang, wajib memperoleh izin lebih dahulu dari Pejabat.
  2. Pegawai Negeri Sipil wanita tidak diizinkan untuk menjadi istri kedua/ketiga/keempat.
  3. Permintaan izin sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diajukan secara tertulis.
  4. Dlam surat permintaan izin sebagaimana dimaksud dalam ayat (3), harus dicantumkan alasan yang lengkap yang mendasari permintaan izin untuk beristri lebih dari seorang.

Sementara itu, untuk KTP yang beralamat di Bandung Barat, Jaksa Agung Burhanuddin ditulis lahir 17 Juli 1959 dengan status sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Berdasarkan informasi yang diperoleh wartawan Info Indonesia, sesuai KTP tersebut, Jaksa Agung Burhanuddin juga memiliki istri yang berprofesi sebagai jaksa yang bertugas di Kejaksaan Negeri Bale Bandung.

Jika informasi itu benar, maka statusnya pun sama seperti Mia Amiati yakni PNS wanita yang menjad istri kedua sehingga berpotensi melanggar PP No. 45 tahun 1990 yang mengatur soal perkawinan atau perceraian PNS. 

Sedangkan untuk alamat Discovery Fiore, Bintaro, Tangerang Selatan, Jaksa Agung Burhanuddin disebut kelahiran 17 Juli 1954 dengan status sebagai jaksa Agung. Dalam data itu, Jaksa Agung Burhanuddin disebut menikah dan dikaruniai 3 anak. Sebagaimana yang tertulis dalam situs resmi Kejaksaan RI istri Jaksa Agung Burhanuddin adalah Sruningwati Burhanuddin yang merupakan Ibu Jaksa Agung. 

Khusus data kependudukan dengan tahun lahir 17 Jul 1954 ini, Plt. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Bima Haria Wibisana memastikan bahwa yang bersangkutan pensiun sebagai PNS pada 2014. Berdasarkan Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK), Jaksa Agung Burhanuddin dengan Nomor Induk Pegawai (NIP) 195407171987031001 tertulis lahir pada tahun 1954. Karena itu, statusnya saat ini sudah pensiun sebagai PNS.

Adalah Iyos petugas keamanan Kompleks Discovery Fiore, Bintaro, Tangerang Selatan yang memastikan bahwa Jaksa Agung Burhanuddin berdomisili di sana. Tapi begitu dilantik, Jaksa Agung Burhanuddin langsung pindah ke rumah dinas di kawasan Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan.

“Yang tinggal di sini bukan dia (Jaksa Agung Burhanuddin), anaknya (Burhanuddin). Dia sudah nggak tinggal di sini, pas beliau (Burhanuddin) dilantik langsung pindah ke rumah dinas. Dia sudah nggak tinggal di sini pas pelantikan itu bang,” kata Iyos saat ditemui wartawan Info Indonesia pada November lalu.

Dari semua itu, Jaksa Agung Burhanuddin diketahui memiliki tiga data kependudukan yang berbeda-beda. Juga dengan istri yang berbeda-beda pula. Akan tetapi, pihak yang berwenang seolah membiarkan hal tersebut dan tidak berupaya memverifikasi kebenaran ketiga data kependudukan tersebut. 

Itu sebabnya, skandal yang menerpa Jaksa Agung Burhanuddin akan terus mencuat dan tentu saja ini akan menggangu kinerja pemerintahaan saat ini dalam penegakan hukum.

Laporan: Moehamad Dheny, Ipunk Anwar

Editor: Saeful Anwar