DAERAH

Anies Resmi Naikkan UMP DKI 2022 Sebesar Rp225 Ribu

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menemui massa buruh yang berunjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Senin (29/11/2021). (Info Indonesia/Ryana Aryadita)
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menemui massa buruh yang berunjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Senin (29/11/2021). (Info Indonesia/Ryana Aryadita)


JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi menaikkan upah minimum provinsi (UMP) tahun 2022 sebesar 5,1 persen atau Rp225.667, dari UMP tahun 2021.

Menurut Anies, penaikan ini berdasarkan kajian Bank Indonesia bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 mencapai 4,7-5,5 persen.

Anies berharap dengan penaikan UMP tersebut, daya beli masyarakat, yakni pekerja tidak turun.

“Dengan kenaikan Rp225 ribu per bulan, maka saudara-saudara kita, para pekerja dapat menggunakannya sebagai tambahan untuk keperluan sehari-hari. Melalui kenaikan UMP yang layak ini, kami berharap daya beli masyarakat atau pekerja tidak turun,” ujar Anies dalam keterangan resmi, Sabtu (18/12/2021).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyebutkan, keputusan menaikkan UMP DKI Jakarta karena menjunjung asas keadilan bagi pihak pekerja, perusahaan, dan pemprov DKI Jakarta. 


Apalagi sebelum pandemi COVID-19, rata-rata penaikan UMP di DKI Jakarta selama 6 tahun terakhir adalah 8,6 persen.

“Kami menilai penaikan 5,1 persen ini suatu kelayakan bagi pekerja dan tetap terjangkau bagi pengusaha. Ini juga sekaligus meningkatkan kemampuan daya beli masyarakat. Harapan kami ke depan, ekonomi dapat lebih cepat derapnya demi kebaikan kita semua”, kata dia.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, rata-rata inflasi di ibu kota selama Januari-November 2021 sebesar 1,08 persen. Adapun, rata-rata inflasi nasional selama Januari-November 2021 sebesar 1,30 persen.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengkaji ulang formula UMP 2022 menggunakan variabel inflasi 1,6 persen dan variabel pertumbuhan ekonomi nasional 3,51 persen.

Dari kedua variabel itu, maka keluar angka 5,11 persen sebagai angka kenaikan UMP tahun 2022.

Sejalan dengan penetapan UMP, Pemprov DKI Jakarta berusaha meningkatkan kesejahteraan pekerja dan mengurangi biaya hidup pekerja dengan memberikan kebijakan berupa bantuan layanan transportasi, penyediaan pangan murah, dan biaya personal pendidikan bagi keluarga pekerja.


Video Terkait:
Situasi Terkini Demo Sumpah Pemuda, Orasi dari Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia
Editor: Saeful Anwar