DAERAH

Gibran Paling Layak Gantikan Anies Baswedan

Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka. (Net)
Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka. (Net)


JAKARTA - Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, berpeluang memimpin Ibu Kota Jakarta menggantikan Anies Baswedan.

"Kalau Ganjarnya presiden, bisa jadi dia (Gibran) di DKI. Cuma kembali lagi, maukah Solo melepaskan Gibran, maukah Gibran tidak dua periode," kata pengamat politik dari Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIP-AN), Efriza, saat dihubungi Info Indonesia, Minggu (19/12/2021).

Ia menilai, anak sulung Presiden RI, Joko Widodo, tersebut telah berhasil dalam memimpin Solo, sehingga ada kemungkinan Gibran lebih memilih untuk melanjutkan kepemimpinannya menjadi dua periode. Padahal, apabila Gibran mau berpindah karier di Jakarta, menurut Efriza peluang yang dimiliki sangat besar. Terlebih ketika Gibran memiliki gaya branding politik yang berbeda dari figur kepala daerah pada umumnya yang biasanya dengan cara blusukan atau komunikasi non verbal.

"Gibran ini kalau masuk ke DKI, kalau dia mau tentunya, dia lagi menarik. Karena dia punya posisi yang baru dalam hal brandingnya, lihat komunikasinya dengan mobil ditinggal di sekolah itu ternyata berhasil membuat orang merasa tertarik," katanya.

Hingga saat ini, Gibran sudah empat kali meninggalkan mobil dinas di lokasi yang terdapat suatu masalah. Pertama kali Gibran meninggalkan mobilnya di depan Kantor Kelurahan Gajahan karena adanya dugaan pungutan liar yang melibatkan pejabat lurah.


Kedua, ia meninggalkan mobil dinas di TPU Cemoro Kembar, Kelurahan Mojo, karena adanya aksi perusakan makam oleh sekelompok pelajar. 

Ketiga, mobil dinas ditinggalkan Gibran di halaman SMK Batik 2, Kelurahan Pajang, karena pihak sekolah nekat melakukan pembelajaran tatap muka di tengah kondisi PPKM Level 4. Dan terakhir di halaman SDN Nusukan Barat 113 akibat adanya guru dan murid yang melanggar protokol kesehatan dengan tidak mengenakan masker.

Efriza mengatakan, tindakan tersebut berhasil menarik simpati masyarakat terhadap Gibran. Juga memberi kesan tersendiri bagi warga Solo, meskipun apa yang dilakukan tidak dapat dipastikan mampu menyelesaikan masalah.

"Walaupun tidak menuntaskan masalah, cuma orang merasa wow," katanya.


Video Terkait:
Kader PDIP Jateng Saling Hujat Karena Ganjar
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo