POLHUKAM

PDIP Tak Perlu Lagi Berkoalisi Dengan Golkar

Ilustrasi. (Net)
Ilustrasi. (Net)


JAKARTA - PDI Perjuangan tidak perlu membangun koalisi besar untuk mengusung calon presiden di Pemilihan Presiden 2024.

Partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu dikabarkan akan mengusung kadernya Puan Maharani menjadi capres. Karenanya, sebagai partai penguasa dan memiliki suara yang melebihi syarat presidential threshold, PDIP dapat mengusung capres sendiri. 

"Saya pikir PDIP akan mengupayakan segala cara agar kadernya yang diusung itu tetap jadi capres," kata Peneliti Pusat Penelitian Politik LIPI, Wasisto Raharjo Jati, kepada Info Indonesia, Senin (27/12/2021).

Partai Golkar yang disebut-sebut perlu kembali berkoalisi dengan PDIP di pilpres mendatang nampaknya akan gigit jari. Sehingga, ada kemungkinan keduanya menjadi lawan politik pada 2024 nanti. 

"Politik itu dinamis, sehingga koalisi pun juga bisa berubah komposisinya. Besar kemungkinan dua partai ini membuat dua poros politik baru," terang Wasisto.


Namun demikian, ia tidak memungkiri jika koalisi PDIP dan Golkar akan kembali terjalin usai Pilpres 2024. Dengan syarat, Golkar kembali bergabung menjadi pendukung pemerintah meski ketua umumnya Airlangga Hartarto kalah dalam kontestasi. 

"Saya pikir Golkar ini akan masuk lagi menjadi bagian dari koalisi penguasa pada pemerintahan 2024-2029, meskipun seandainya AH (Airlangga Hartarto) tidak terpilih jadi presiden," kata Wasisto.

Diketahui, dari hasil Pemilihan Legislatif 2019, PDIP memperoleh kursi di parlemen sebanyak 22,3 persen atau 128 dari total 575 kursi DPR RI. Angka ini cukup bagi PDIP untuk mengusung capresnya seorang diri.


Video Terkait:
Suami Pergoki Istrinya Bercinta dengan Oknum Anggota DPRD
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo