WARNA-WARNI

Menteri Siti Deg-Degan Sampai Panas Dingin Saat Masuk Masa Rawan Bencana

Menteri LHK, Siti Nurbaya, mendampingi Wapres RI, Maruf Amin, memberikan keterangan pers di Istana Wakil Presiden, Jakarta. (Youtube Wapres RI)
Menteri LHK, Siti Nurbaya, mendampingi Wapres RI, Maruf Amin, memberikan keterangan pers di Istana Wakil Presiden, Jakarta. (Youtube Wapres RI)


JAKARTA - Pergantian tahun menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk meningkatkan kesiagaan, lantaran Januari dan Februari 2022 nanti diprediksi sebagai bulan rawan bencana.

Terkait antisipasi bencana alam di awal tahun, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, justru mengaku kerap merasa deg-degan ketika memasuki masa pergantian tahun.

"Sangat penting melihat dimensi lingkungan dari sisi kebencanaan. Kami juga di KLHK selalu deg-degan kalau sudah di bulan November, padahal akhir November itu baru selesai kebakaran hutan," kata Menteri Siti saat jumpa pers di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (28/12/2021).

Menurut Menteri Siti, dirinya paling sering dibuat khawatir dengan kebakaran hutan yang sangat berdampak pada lingkungan. Prediksinya, kebakaran hutan dan lahan akan terjadi lagi pada Februari hingga Maret 2022. Namun, ia belum mau menjelaskan, langkah-langkah apa saja yang dilakukan KLHK untuk mengantisipasi bencana alam.

"Kemudian masuk Desember itu sudah panas dingin kita karena akan ada bencana-bencana seperti ini. Lalu nanti di akhir Februari masuk bulan Maret kita deg-degan lagi karena kebakaran hutan," katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden RI, Maruf Amin, mengatakan bahwa pemerintah telah mempersiapkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menghadapi rawan terjadinya bencana. 

"Pemerintah melalui BNPB ini semakin antisipatif, baik yang menyangkut hujan yang berakibat longsor, banjir dan termasuk juga bencana-bencana yang terkena tsunami. Ini BNPB maupun Kementerian KLHK sudah melakukan antisipasi yang sudah disiapkan," jelas Wapres.


Video Terkait:
Atasi Cuaca Ekstrem, Pemerintah Siapkan 25 Ton NaCl Untuk Rekayasa Cuaca di Jabodetabek
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo