POLHUKAM

PEMILU 2024

Kerek Elektabilitas, Partai Buruh Angkat Isu Omnibus Law dan RUU PRT

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal. (Net)
Presiden Partai Buruh, Said Iqbal. (Net)


JAKARTA - Partai Buruh akan melakukan kampanye secara masif untuk meningkatkan elektabilitas partai mulai awal Januari 2022 mendatang. 

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyampaikan, pihaknya akan mengangkat beberapa isu penting seperti Undang-Undang Omnibus Law hingga Rancangan Undang-Undang Pembantu Rumah Tangga (RUU PRT) pada saat kampanye.

"Januari 2022 Partai Buruh bakal mengangkat isu omnibus law. Partai Buruh bersama serikat buruh, petani, aktivis lingkungan, aktivis HAM, buruh migran, guru honorer akan berjuang menolak omnibus law inkonstitusional," katanya dalam konferensi pers Refleksi Akhir Tahun Partai Buruh yang disiarkan kanal Youtube Bicaralah Buruh, Kamis (30/12/2021).

Partai Buruh juga akan memperjuangkan hak-hak tanah rakyat kecil yang dirampas oleh korporasi. Menurut Said Iqbal, saat ini banyak korporasi yang menggunakan kekuasannya untuk merampas hak-hak rakyat kecil.

"Akan diperjuangkan oleh Partai Buruh," tegas Said Iqbal.


Sebelumnya, Ketua Bidang Infokom dan Propaganda Partai Buruh, Kahar Cahyono, menargetkan elektabilitas Partai Buruh pada awal tahun 2022 bisa mencapai 2 persen. 

"Kami menargetkan pada akhir Februari elektabilitas Partai Buruh sudah 1,5 persen sampai dua persen," katanya. 

Tidak sampai di situ, saat menjelang pendaftaran verifikasi parpol peserta pemilu di KPU, elektabilitas Partai Buruh dapat beranjak naik. Sehingga bisa menarik pemilik suara dalam kontestasi Pemilu 2024. 

"Kemudian pada saat Mayday nanti kami menargetkan elektabilitas kami sudah sampai empat persen. Dan pada saat pemilu nanti kami optimis bisa mencapai ambang batas parlemen yaitu empat sampai 5,2 persen," Kahar memaparkan.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo