EKONOMI

PLN Pastikan Keandalan Listrik Selama Masa Larangan Ekspor Batu Bara

Executive Vice President Komunikasi Korporat PLN, Agung Murdifi
Executive Vice President Komunikasi Korporat PLN, Agung Murdifi


JAKARTA – Pemerintah telah memberlakukan kebijakan larangan ekspor batu bara hingga 31 Januari 2022. Terkait hal tersebut, PT PLN memastikan keandalan listrik ke pelanggan selama larangan ekspor batu bara.

Executive Vice President Komunikasi Korporat PLN, Agung Murdifi, mengatakan, dukungan penuh pemerintah telah memastikan terpenuhinya pasokan batu bara untuk pembangkit listrik demi menjaga keandalan listrik dan melindungi kepentingan nasional.

"Hal ini sesuai dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan terkait dalam rangka digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, termasuk dalam hal ini pemenuhan energi primer untuk keandalan operasi PLN," kata Agung dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (1/1/2021).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah menegaskan, kebutuhan batu bara untuk seluruh pembangkit listrik PLN, merupakan kepentingan nasional yang harus didahulukan oleh setiap pemegang IUP dan IUPK. 

"Berkat dukungan ini, potensi padamnya listrik 10 juta pelanggan PLN dapat dihindari," kata Agung.


PLN memastikan tersedianya listrik untuk rakyat Indonesia dalam kondisi yang andal, tarif terjangkau, dan mudah untuk diakses.

Saat ini, kata dia, pembangkit listrik PLN telah siap menerima pasokan batu bara. Pada momen pergantian tahun, sebanyak 48.179 petugas dari sektor pembangkitan sampai dengan pelayanan pelanggan telah disiagakan.  

Sebagai pelaksana dari kebijakan pemerintah di sektor kelistrikan, PLN akan menjalin kolaborasi dan koordinasi dengan semua pihak supaya kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah tersebut dapat dilaksanakan dengan waktu yang singkat dan efektif.


Video Terkait:
Curah Hujan Tinggi di Sumsel, 495 Rumah Warga Terendam Banjir
Editor: Rusdiyono