OLAHRAGA

KALEIDOSKOP 2021

Tahun Kebangkitan Olahraga Nasional

Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, mengangkat piala bersama Tim Persija dalam gelaran Piala Menpora 2021.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, mengangkat piala bersama Tim Persija dalam gelaran Piala Menpora 2021.


JAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menjadi salah satu kementerian yang paling sibuk di tahun 2021. Sepanjang tahun ini, kementerian yang dipimpin Zainudin Amali disibukkan dengan beragam event dan kompetisi olahraga, baik di dalam maupun di luar negeri.

Pandemi COVID-19 yang membuat banyak kegiatan di 2020 terpaksa ditunda dan dibatalkan, menjadi pelajaran dalam menggelar event olahraga tahun ini dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. 

Event olahraga di Tanah Air dimulai dengan dibukanya turnamen Indonesia Basketball League (IBL) 2021 yang dimulai pada 10 Maret hingga 4 Juni 2021. Event yang diselenggarakan di dua lokasi berbeda ini, yakni Bogor dan Jakarta, menerapkan sistem bubble atau gelembung guna mencegah pemain, pelatih, ofisial hingga panitia dan media terkena paparan COVID-19.

Penerapan sistem gelembung tersebut bahkan mendapatkan apresiasi dari Zainudin Amali. Menurutnya, pelaksanaan IBL dengan sistem ini telah berjalan sukses. 

"Saya senang apa yang dilakukan IBL, benar-benar sesuai dengan apa yang disampaikan Direktur Utama IBL, Pak Junas, saat rapat koordinasi bersama lalu. Saya apresiasi kepada IBL dan Perbasi yang telah memenuhi komitmen. Mudah-mudahan semua kegiatan olahraga setelah ini juga bisa berlangsung dengan baik," ujar Mepora, 3 Juni 2021.


Tak lama berselang dari pembukaan IBL, PSSI juga menggelar turnamen sepak bola bertajuk “Piala Menpora 2021”. Turnamen yang dilaksanakan di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, 21 Maret hingga 25 April ini, merupakan upaya untuk kembali memanaskan dunia sepak bola Tanah Air yang sempat vakum selama setahun karena pandemi.

Turnamen Piala Menpora 2021 juga merupakan upaya PSSI dengan bantuan Kemenpora untuk bisa kembali menggelar kompetisi Liga 1 musim 2021/2022. Liga 1 musim ini akhirnya bisa kembali bergulir pada 27 Agustus lalu.

Bahkan, akhirnya pada pertengahan November lalu, Menpora juga mengumumkan bahwa pertandingan Liga 1 bisa dihadiri penonton dengan jumlah terbatas. Namun, uji coba itu hanya akan dilaksanakan di stadion yang memiliki single seat.

"PSSI dan PT LIB sedang menggodok, tetapi saya mendapatkan informasi dari PSSI dan PT LIB bahwa itu akan diuji coba di stadion yang ada single seat," ungkapnya, 16 November lalu. 

Menurutnya, pemilihan stadion yang memiliki single seat bertujuan agar penerapan protokol kesehatan dapat diterapkan dengan baik, khususnya aturan jaga jarak. 

"Itu kan penonton terbatas, tiketnya dijual sesuai nomor kursi. Kalau bangku rata bagaimana penomorannya, pasti akan berdempetan dan tanda silangnya gimana," jelasnya.

Selain event di dalam negeri, Kemenpora juga disibukkan dengan kontingen Indonesia yang akan berlaga di Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2021. Olimpiade Tokyo dimulai pada 23 Juli hingga 8 Agustus 2021. Sementara, Paralimpiade Tokyo digelar 24 Agustus hingga 5 September 2021.

Pada Olimpiade Tokyo, kontingen Indonesia membawa pulang satu emas, satu perak dan dua perunggu. Sementara, kontingen Paralimpiade Tokyo membawa pulang dua emas, tiga perak dan empat perunggu.

Menpora pun menyatakan pemerintah telah menyiapkan bonus untuk kontingen Indonesia yang berhasil mempersembahkan medali untuk Merah Putih. Peraih emas mendapatkan Rp5,5 miliar, perak Rp2,5 miliar, dan perunggu Rp1,5 miliar. Nominal tersebut besarannya sama antara kontingen Olimpiade dengan Paralimpiade Tokyo. Pemerintah juga memberikan penghargaan kepada para atlet yang belum berhasil mempersembahkan medali dengan nominal sebesar Rp100 juta.

Zainudin menegaskan pemerintah tak akan membedakan fasilitasi dan apresiasi antara atlet yang berlaga di Olimpiade dan Paralimpiade. 

"Pemerintah tidak membeda-bedakan atlet yang ikut Olimpiade dan Paralimpiade. Perhatian sama, fasilitasi sama karena mereka datang ke sana atas nama bangsa dan negara," kata Menpora.

Event besar lain yang berhasil terselenggara tahun ini tentu saja Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua 2020. Dua event pesat olahraga terbesar Tanah Air itu seharusnya digelar tahun lalu, namun ditunda akibat pandemi COVID-19.

Dua event yang berlangsung sejak awal Oktober hingga pertengahan November ini berjalan dengan sukses untuk pertama kalinya di Bumi Cenderawasih. Selain banyak memunculkan bibit-bibit atlet, lewat PON dan Peparnas diharapkan fasilitas yang dibangun dimanfaatkan untuk pembinaan olahraga nasional, khususnya atlet yang berasal dari Indonesia timur.

Di akhir 2021, Indonesia juga sukses menggelar event berskala internasional. Ajang World Superbike (WSBK) dan Asia Talent Cup (ATC) untuk pertama kalinya sejak 1997 kembali digelar di Indonesia, tepatnya di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Bahkan, tahun depan Indonesia juga bakal menggelar empat kejuaraan balap dunia. Selain WSBK dan ATC, juga aka nada MotoGP dan MXGP, yang semuanya digelar di Mandalika.

Event olahraga internasional di Tanah Air ditutup dengan turnamen bulu tangkis bertajuk “Indonesia Badminton Festivals (IBF) 2021”. Berlangsung di Nusa Dua, Bali, ada tiga turnamen yang digelar yakni Indonesia Masters, Indonesia Open, dan BWF World Tour Finals.

Sayangnya, Indonesia juga harus menerima sanksi dari Badan Anti Doping Dunia (WADA) karena dinilai tidak patuh terhadap aturan yang diberlakukan. Akibat hal itu, Indonesia dilarang mengibarkan bendera Merah Putih dalam kegiatan olahraga internasional yang diikuti. Namun, saat ini, Indonesia masih melakukan upaya agar sanksi tersebut bisa segera dicabut oleh WADA.

"Saya dapat informasi perkembangan ke arah positif, bahkan benar-benar terjadi percepatan upaya-upaya dari tim LADI dan unsur pemerintah terhadap pemenuhan complain, sebagaimana yang dipersyaratkan WADA kepada LADI," kata Menpora, Senin (13/12/2021).

Menpora bahkan menyebut upaya Indonesia untuk mencabut sanksi itu lebih baik dari negara lainnya yang juga terkena sanksi.

Selain itu, saat ini Menpora juga tengah berkeliling Indonesia untuk melakukan sosialisasi terhadap Perpres 86/2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Dalam DBON itu, terdapat 10 provinsi yang akan menjadi sentra pembinaan. Yakni Papua, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara dan Kalimantan Timur.

"Ke depan pembinaan akan terfokus dan target jelas, yakni Olimpiade dan Paralimpiade. Ajang Asian Games, Asian ParaGames, SEA Games dan ASEAN ParaGames itu hanya sasaran antara saja ke depannya. Kemudian cabor-cabor yang dibina untuk menuju target dan ranking Olimpiade serta Paralimpiade sudah jelas," ucap Zainudin.

Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo