POLHUKAM

Arief Poyuono: Pinjaman Rp1,2 Triliun Cuma Akal-akalan Ancol

Politikus Partai Gerindra, Arief Poyuono. (ANTARA)
Politikus Partai Gerindra, Arief Poyuono. (ANTARA)


JAKARTA – Utang PT Pembangunan Jaya Ancol (PJA) sebesar Rp1,24 triliun kepada Bank DKI terus menjadi bahan perbincangan. Sebab, pinjaman tersebut dilakukan setelah penetapan Ancol sebagai lokasi balap mobil Formula E.

Terkait hal itu, politikus Partai Gerindra, Arief Poyuono, ikut berkomentar. Menurutnya, pinjaman triliunan rupiah itu hanya akal-akalan bisnis gelaran Formula E.

"Katanya Jakpro mau menyewa lahan Ancol untuk Formula E, terus Pengelola Ancol pinjam duit 1,2 T untuk bangun sirkuit Ancol. Terus disewakan dan sistem bagi hasil dengan Jakpro dari jual tiket. Ini mah cuma mau ngakalin kali ya. Abunawas ini namanya," tulis Poyuono di akun Twitter @bumnbersatu, Senin (3/1/2022).

Ia juga mengingatkan masa jabatan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, akan berakhir tahun ini. Jangan sampai hal tersebut menjadi warisan masalah kepada gubernur selanjutnya.

"Awas 2022 ini Anies Baswedan kelar masa jabatannya, jangan sampai jadi beban buat penggantinya," ujar Poyuono.


Bahkan, mantan wakil ketua umum Partai Gerindra itu berpesan kepada manajemen Ancol dan Jakpro jangan sampai berurusan dengan hukum terkait pinjaman tersebut.

"Jangan sampai manajemen Jakpro dan Ancol nanti ngeringkuk di Sel Kejaksaan," tulis Poyuono mengingatkan.

Sebelumnya, Direktur Pengembangan Bisnis Jakarta Propertindo (Jakpro), Gunung Kartiko, menjamin bahwa pinjaman Rp1,2 triliun itu tidak digunakan untuk penyelenggaraan Formula E. Menurutnya, biaya operasional Formula E tidak lagi menggunakan dana APBD, melainkan murni dari sponsor.


Video Terkait:
Kawasan Ancol Jadi Sirkuit Formula E
Editor: Khoirur Rozi