POLHUKAM

KNPI Tawarkan 50 Saksi Baru Untuk Perkuat Kasus Ferdinand Hutahaean

Ferdinand Hutahaean. (Twitter/@ferdinandhaean3)
Ferdinand Hutahaean. (Twitter/@ferdinandhaean3)


JAKARTA - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kembali mendatangi Bareskrim Polri untuk meninjau perkembangan laporan kasus SARA eks Politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.

Ketua Umum DPP KNPI, Haris Pertama mengatakan, kedatangannya ke Bareskrim kali ini didorong atas keinginan rekan-rekannya di daerah yang sudah tidak sabar untuk mengetahui sejauh mana perkembangan laporan tersebut.

"Karena teman-teman KNPI DPD se-Indonesia sudah menanyakan kepada saya bagaimana perkembangan kasus ini," kata Haris kepada wartawan, Jumat (7/1/2022).

Tidak hanya itu, kedatangannya juga sekaligus menawarkan kepada pihak Bareskrim apabila menginginkan penambahan jumlah saksi. Karena banyak sekali rekan-rekannya di daerah yang bersedia untuk menjadi saksi.

"Kita juga ada beberapa penambahan yang siap menjadi saksi karena kasus ini masuk kepada kasus yang menjadi perhatian publik karena menyangkut ketuhanan, jadi temen-temen di daerah juga banyak yang siap menjadi saksi," ujarnya.


Sejauh ini, ada sekitar lima puluh saksi dalam laporan kasus berita bohong dan ujaran SARA yang melibatkan Ferdinand Hutahaean sebagai terlapor. Ia berharap, kasus tersebut bisa secara cepat ditangani oleh pihak kepolisian agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat serta menggangu stabilitas negara.

"Kita sih menginginkan secepatnya ya, kalau menunggu hari Senin ya takutnya kasus ini  sudah bergejolak," imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah melayangkan surat tembusan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP), dan juga telah menyampaikan surat panggilan terhadap terlapor FH sejak tadi malam pada tanggal 6 Januari 2022.

Ferdinand Hutahaean akan dipanggil pihak kepolisian pada Senin 10 Januari 2022 pekan depan, tepat pukul 10.00 WIB untuk dilakukan penyidikan terkait dugaan kasus SARA.

"Surat tersebut berisi pemanggilan kepada yang bersangkutan untuk menghadap kepada penyidik hari Senin pada tanggal 10 Januari 2022, jam sepuluh," kata Ramadhan kata  saat jumpa pers di Kantor Divisi Humas Polri, Jumat (7/1/2022).

Dirinya menyampaikan, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah memeriksa lima saksi pada hari ini, sehingga jika ditotal sudah 15 saksi yang diperiksa oleh kepolisian dalam kasus tersebut.


Video Terkait:
Bilang Allahmu Lemah, Tagar #TangkapFerdinand Trending
Editor: Khoirur Rozi