POLHUKAM

PILPRES 2024

Airlangga Hartarto Harus Belajar Dari Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi. (Net)
Dedi Mulyadi. (Net)


JAKARTA - Nama politisi Partai Golkar, Dedi Mulyadi, disebut-sebut lebih dipilih sebagai calon presiden ketimbang sang ketua umum, Airlangga Hartarto. 

Hal itu berdasarkan survei temuan Indikator Politik Indonesia, di mana Dedi Mulyadi meraih 1,0 persen dan menempati urutan kesembilan, sementara Airlangga hanya 0,1 persen di posisi ke-29.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Firman Soebagyo, mengaku enggan menanggapi mengenai hasil survei tersebut. Dia menegaskan, saat ini tugas kader-kader Partai Golkar adalah terus melakukan sosialisasi Airlangga Hartarto untuk menjadi capres 2024 kepada masyarakat.

Sementara, politikus senior Partai Golkar, Melchias Markus Mekeng, mengakui memang Dedi Mulyadi sudah intens melakukan publikasi di media sosialnya dengan terjun langsung ke masyarakat. Salah satunya melihat fenomena-fenomena yang ada di masyarakat. Sehingga tidak ada sekat antara masyarakat dengan Dedi Mulyadi.

"Kalau saya melihat Dedi Mulyadi di Top Of Mind itu tinggi, ya, kita semua tahu dia publikasi di media sosial cukup bagus, dan masyarakat senang dengan gaya yang dilakoni oleh Dedi Mulyadi dengan merangkul masyarakat, menyelesaikan masalah masyarakat. Tidak ada jarak antara dia dan masyarakat siapaun itu sampai itu sampai di lapis bawah," ujar Mekeng dikutip dari Jawapos.com, Senin (10/1/2022).


Mekeng mengatakan, karena hal tersebut membuat Dedi Mulyadi meraih simpati dari masyarakat. Mekeng teringat gaya Dedi Mulyadi mirip Joko Widodo di 2014 saat ingin menjadi capres.

"Jadi, ini yang sebetulnya diinginkan oleh masyarakat yakni pemimpin seperti Pak Jokowi muncul waktu 2014 kan modelnya seperti itu. Nah, Dedi Mulyadi juga modelnya seperti itu," ujarnya.

Mekeng berpesan kepada Airlangga Hartarto dan tokoh-tokoh lainnya untuk bisa berbenah diri menaikkan elektabilitasnya.

"Jadi, orang-orang di bawahnya Dedi enggak boleh kebakaran jenggot, karena ini realita dan saya yakin Burhanuddin Muhtadi tidak bisa dibayar dengan model-model begitu. Kalau ada yang ingin jadi pemimpin dan masih di bawah (elektabilitasnya) ya berubahlah gayanya, supaya bisa mengejar ketertinggalan dengan tokoh yang di atas. Semuanya termasuk Pak Airlangga, karena ini fakta," terangnya.

Mekeng berharap agar Airlangga Hartarto lebih bisa turun menyapa masyarakat. Sehingga, masyarakat akan mengetahui dan simpati. Dampaknya, elektabilitas Airlangga bisa ikut terangkat.

"Kalau kader tentunya akan melakukan sosialisasi, tapi yang bersangkutan juga harus sosialisasi, harus turun ke rakyat, harus menyapa rakyat. Kalau mau jadi presiden harus capek, enggak bisa hanya main di media sosial di ibu kota terus seolah-olah rakyat tahu. Enggak semua rakyat yang di bawah, misalnya petani tahu. Ya harus turun," tegasnya.

Artikel selengkapnya bisa dibaca di Koran Info Indonesia.


Video Terkait:
Total 83,9 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Didatangkan
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo