POLHUKAM

PILPRES 2024

Salah Tandem Bisa Berabe!

Direktur Eksekutif IPI, Karyono Wibowo. (Net)
Direktur Eksekutif IPI, Karyono Wibowo. (Net)


JAKARTA - Untuk memenangkan Pilpres 2024, setiap tokoh yang dicalonkan untuk menjadi presiden dan wakil presiden harus sama-sama memiliki dukungan kuat.

Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo, menegaskan bahwa paket pasangan calon di Pilpres tidak bisa hanya mengandalkan salah satu tokoh. Baik si Capres maupun Cawapres mesti sama-sama mengantongi dukungan yang kuat dari rakyat.

"Pada intinya memang figur itu tidak hanya soal elektabilitas, tetapi juga ditentukan dari berpengaruh kuat atau tidak, dan besar atau tidak dukungan kepada kedua figur," kata Karyono kepada Info Indonesia, kemarin.

Kemunculan beberapa figur non-partai politik dalam bursa Capres-Cawapres, sebagaimana hasil survei dari sejumlah lembaga riset politik, juga menarik perhatian Karyono. Sebut saja Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan; Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil; Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian; Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa; dan Menteri BUMN, dan Erick Thohir.

Karyono mengatakan elektabilitas dari para tokoh non-parpol itu perlu diperhatikan secara cermat agar muncul pasangan calon yang betul-betul kuat. Ini bisa menjadi masukan kepada para elite parpol yang berkuasa menentukan pasangan calon untuk Pilpres nanti.


"Tentu yang perlu dilihat adalah tingkat elektabilitas figur-figur tersebut berapa. Itu harus dilihat dari survei," katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan lembaganya, tingkat elektoral Capres yang akan maju pada Pilpres 2024 tergantung pada sosok Cawapres-nya.

"Karena pemilu masih dua tahun ke depan, maka calon-calon presiden membutuhkan pendamping yang bisa membantu menambah atau menaikkan elektabilitas mereka," kata Burhanuddin saat menjelaskan hasil survei terkait dinamika elektoral jelang Pemilu 2024, Minggu (9/1/2022).

Ia mengatakan meskipun nama-nama seperti Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan selalu berada di posisi teratas survei opini publik, namun kekuatan elektoral ketiganya untuk menarik pemilih tergantung siapa calon yang akan mendampingi.

"Artinya, siapa di posisi calon wakil sangat menentukan," ujar Burhanuddin Muhtadi.

Masih dari survei yang sama, Indikator Politik Indonesia mengungkapkan bahwa nama Erick Thohir menjadi salah satu kandidat potensial. Erick dinilai publik bukan saja mampu menambah elektabilitas calon presiden, tapi juga memeprkuat sisi akseptabilitas (penerimaan) calon pemilih.

Menurut Burhan, akseptabilitas penting untuk memuluskan langkah calon presiden dalam kontestasi Pemilu 2024.

"Erick juga relatif bisa diterima di kalangan elite, khususnya di kalangan elite partai politik yang akan mengusung pasangan capres dan cawapres," ujar dia.

Selain Erick, beberapa nama secara konsisten juga diinginkan publik menjadi calon wakil presiden yakni Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Artikel selengkapnya bisa dibaca di Koran Info Indonesia.


Video Terkait:
PPP Harus Mampu Adptasi di 2024
Editor: Wahyu Sabda Kuncahyo